Page 524 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 524

Bab 7 Osilasi



                              Ketika disimpangkan dari posisi setimbang maka benda berosilasi pada
                       frekuensi  tertentu.  Frekuensi  ini  disebut  frekuensi  alamiah  benda.  Untuk
                       bandul matematis sederhana, frekuensi alamiahnya adalah f = (1/2) (g/l)           1/2 .
                       Untuk  pegas  yang  digantungi  beban,  frekuensi  alamiahnya  adalah  f  =  (1/2)
                       (k/m) 1/2 . Apa istimewanya frekuensi alamiah?







                                           elemen
                                                y(x)                   A maks

                      x = 0                  x







               Gambar 7.9. Pola simpangan dawai yang digetarkan. Terbentuk sejumlah perut dan simpul. Karena dua ujung dawai
               diikat pada titik tetap maka ujung dawai selalu memiliki simpangan nol.


                              Yang  istimewa  dari  frekuensi  alamiah  adalah  jika  pada  benda  diberi
                       gangguan  secara  periodik  (terus  menerus)  dengan  frekuensi  pemberian
                       gangguan sama dengan frekuensi alamiah, maka benda akan berosilasi dengan
                       amplitudo yang makin lama makin besar. Simpangan akan sangat besar jika
                       gangguan berlangsung cukup lama, meskipun kekuatan tiap gangguan cukup
                       kecil.  Perubahan  simpangan  benda  terhadap  waktu  diilustrasikan  pada
                       Gambar 7.10.

                              Sebagai contoh adalah bandul matematis sederhana yang sedang diam.
                       Kemudian  kalian  tiup  beban  dengan  tiupan  kecil  berulang-ulang.  Atur  agar
                       frekuensi  tiupan  yang  kalian  berikan  persis  sama  dengan  frekuensi  alamiah
                       bandul.  Kalian  akan  amati  bahwa  simpangan  bandul  sedikit  demi  sedikit
                       membesar. Pada kasus ini frekuensi pengganggu persis sama dengan frekuensi
                       alamiah  benda  yang  diganggu.  Sebagai  akibatnya,  amplitudo  benda  yang
                       berosilasi  makin  besar  jika  pengganggu  berlangsung  terus  menerus.  Inilah
                       peristiwa resonansi.

                              Contoh  lain  adalah  garpu  tala  sejenis  yang  ditempatkan  berdekatan,
                       seperti  ditunjukkan  pada  Gambar  7.11.  Garpu  tala  kiri  digetarkan,  namun
                       garpu tala kanan tidak digetarkan. Jika ditunggu maka garpu tala kanan mulai
                       bergetar,  mula-mula  dengan  simpangan  kecil,  lalu  simpangan  makin
                       membersar. Mengapa demikian?
                              Garpu tala sejenis memiliki frekuensi alamiah yang sama. Ketika garpu
                       tala  kiri  digetarkan  maka  udara  di  sekitar  garpu  tala  kiri  ikut  bergetar  pada
                       frekuensi  yang  sama.  Udara  yang  bergetar  makin  jauh  hingga  udara  yang

                                                             510
   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529