Page 784 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 784

Bab 10 Fluida



                              Air  dapat  menempel  di  daun  juga  karena  adanya  gaya  adhesi  antara
                       molekul  air  dengan  molekul  di  permukaan  daun.  Seperti  diilustrasikan  pada
                       Gambar  10.44,  muatan  negatif  pada  molekul  air  (atom  oksigen)  bertarikan
                       dengan molekul di permukaan daun sehingga air menempel di daun.




























               Gambar 10.44 Muatan negative di permukaan air (atom oksigen) menarik molekul di permukaan daun sehingga air
               menempel di permukaan daun (chemistryland-com).



                       10.20 Laju Aliran Fluida

                               Setelah  mempelajari  fluida  statis  mari  sekarang  kita  perluas
                       pengetahuan kita tentang fluida dengan mempelajari fluida dinamik. Kita akan
                       lihat  bahwa  persamaan-persamaan  Newton  yang  telah  kita  pakai  pada
                       dinamika partikel dapat diterapkan pula pada fluida.

                               Salah  satu  besaran  yang  penting  dalam  mempelajari  fluida  bergerak
                       adalah  laju  aliran  fluida.  Laju  aliran  mengukur  jarak  yang  ditempuh  satu
                       elemen dalam fluida per satuan waktu. Kita akan menentukan persamaan yang
                       berlaku  untuk  fluida  yang  mengalir  dalam  saluran  tertutup,  baik  yang
                       penampangnya  selalu  tetap  atau  berubah.  Asumsi  yang  digunakan  adalah
                       tidak ada kebocoran selama aliran.

                              Perhatikan Gambar 10.45. Pada gambar tersebut sebuah elemen fluida
                       berpindah  sejauh  x  dalam  selang  waktu  t.  Laju  aliran  fluida  didefinisikan
                       sebagai



                                   x
                              v                                                       (10.22)
                                    t 


                                                             771
   779   780   781   782   783   784   785   786   787   788   789