Page 821 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 821

Bab 10 Fluida





                       Gesekan udara pada bola golf

                                Tahun  1949  Davies  mengkaji  gaya  angkat  dan  gaya  gesekan  udara
                        pada bola golf yang berputar [J.M. Davies, Journal of Applied Physics20, 821
                        (1949)].  Davies  melakukan  perobaan  pada  terowongan  angin  B.F.  Goodrich
                        yang  memancarkan  udara  dengan  laju  105  ft/s.  Kecepatan  rotasi  bola  golf
                        divariasi  hingga  8000  rpm.  Davies  mengamati  bahwa  gaya  gesekan  naik
                        secara linier dari sekitar 0,06 ln untuk bola yang tidak berputar hingga 0,1 lb
                        untuk  bola  yang  berputar  dengan  laju  8000  rpm.Diamati  juga  adanya  gaya
                        angkat yang memenuhi persamaan



                                 L   , 0 064  1 exp(  , 0  00026N   )



                        dengan L dalam lb dan N dalam rpm.

                                Tahun  1959  William  mengamati  gaya  angkat  pada  bola  golf  sebagai
                        fungsi  laju  [D.  Williams,  Quart.  J.  Mech.  Appl.  Math.  XII,  387-392  (1959)].
                        Divariasi  laju  penembakan  awal  150  –  225  ft/s.  Dengan  menggunakan
                        persamaan gaya gesekan yang memenuhi bentuk umum



                                          1    
                                 f   C D   A  v  2 
                                          2    



                        Willimas  mendapatkan  bahwa  CD  berbanding  terbalik  dengan  laju  menurut
                        persamaan



                                      46
                                C 
                                  D
                                       v


                        dengan v dalam ft/s.Gaya angkat sebesar



                                          1  2 
                                 L   C   A  v   
                                      L
                                          2    




                                                             808
   816   817   818   819   820   821   822   823   824   825   826