Page 12 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 12

merupakan gelombang longitudinal yang bergerak melalui   Tahukah
           batuan dengan merapatkan dan meregangkan batuan-                 Anda?
           batuan yang dilaluinya. Gelombang berikutnya yang akan
           terdeteksi oleh sismograf adalah gelombang sekunder (S).   Seismograf
           Gelombang ini merambat menembus batuan dengan arah       Pada 1935, ahli seismologi
           getar tegak lurus terhadap arah perambatannya sehingga
           dapat menaikkan atau menurunkan batuan-batuan yang
           dilaluinya.
               Jika gelombang P dan S telah mencapai permukaan
           bumi, kedua gelombang ini berubah menjadi gelombang
           seismik jenis ketiga yaitu gelombang permukaan. Gelom-
           bang permukaan ini dapat dibagi menjadi dua macam,
                                                                    Amerika, Charles F. Richter
           yaitu gelombang love yang menggetarkan permukaan         (1900-1985) mengembangkan
           tanah dalam arah bolak-balik mendatar dan gelombang      sistem pengukuran kekuatan
                                                                    gempa. Setiap angka pada
           Reyleigh yang bergerak bolak-balik naik turun, seperti   skala Richter menggambarkan
           gelombang air laut.                                      10 kali peningkatan gerakan
                                                                    tanah yang tercatat oleh
           2.  Gelombang Satu Dimensi                               seismograf. Jadi, pada gempa
                                                                    bumi dengan kekuatan 7, tanah
                                                                    bergerak 100 kali lebih banyak
           a. Gelombang Berjalan                                    daripada gempa berkekuatan 5
                                                                    pada skala Richter.
           1)  Persamaan Umum Gelombang                               Sumber: Buku Saku Penemuan, 1997
           Perhatikan gambar berikut ini.
                y (simpangan)
                      B                        F
             A



                                  D’       E                 t
                      B’                       F’




                                                                    Gambar1.4
             -A
                                  D
                                                                    A = Amplitudo gelombang
                                                                    CG = QE = B’F’ = panjang
                                                                    gelombang
                                   D
                                                                    B dan F = titik puncak D =
           Waktu untuk menempuh satu panjang gelombang adalah       lembah
           periode (T). Kecepatan perambatan gelombang adalah satu
           panjang gelombang dibagi waktu untuk menempuh satu
           panjang gelombang itu. Secara matematis persamaannya
           dapat ditulis sebagai berikut.




                                                                             Gelombang    5
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17