Page 244 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 244
G. Teori Gelombang De Broglie
Cahaya memiliki sifat kembar, yaitu sebagai gelombang
sekaligus sebagai partikel (materi). Berangkat dari sifat
kembar cahaya, Louise de Broglie berpikiran, apa salah-
nya jika materi (partikel) juga memiliki sifat gelombang.
Dalam rangka menindaklanjuti pikirannya itu, de Broglie
membuat hipotesis bahwa partikel elektron juga mempu-
nyai sifat gelombang. Untuk membuktikan hipotesisnya
itu, de Broglie mencari hubungan antara ciri khas besa-
ran gelombang, yaitu panjang gelombang dan besaran
partikel, yaitu momentum. Mengingat momentum foton
maka panjang gelombang partikel yang mempunyai
momentum p sehingga diperoleh persamaan de Broglie
yaitu:
dengan:
= panjang gelombang partikel (panjang gelombang de
Broglie)
h = tetapan Planck
p = momentum partikel
m = massa partikel
v = kecepatan partikel
Suatu hipotesis tidak dapat diterima sebagai teori
sebelum dibuktikan dengan eksperimen. Untuk itu, pada p
m
1927 Davisson dan Genner melakukan eksperimen un-
tuk membuktikan hipotesis Louise de Broglie itu. Untuk
membuktikan hipotesis tersebut dibuat suatu alat yang
dapat menunjukkan gejala adanya gelombang, dalam hal Gambar 5.9
De Broglie mencari hubungan
ini difraksi. Pada percobaan difraksi cahaya digunakan kisi antara ciri khas besaran gelom-
difraksi biasa. Namun, pada percobaan Davisson-Genner, bang, yaitu panjang gelombang
dan besaran partikel.
materi yang digunakan adalah elektron dan sebagai kisinya
digunakan kisi yang lebarnya kira-kira sama dengan panjang
gelombang elektron yang digunakan (panjang gelombang
de Broglie). Jika sebuah electron yang dipercepat dengan
tegangan 54 volt dijatuhkan pada kisi dari kristal nikel,
Radiasi Benda Hitam 237

