Page 254 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 254
menggunakan sinar katode yang berisi gas hidrogen
bertekanan rendah. Thomson menyebut partikel bermua-
tan positif tersebut sebagai proton. Atas dasar penemuan
Sumber
tersebut, ia kemudian menyusun model atom yang dike-
nal sebagai teori atom Thomson. Teori ini menyebutkan
bahwa atom memiliki muatan-muatan listrik positif
(proton) yang menyebar merata di seluruh bagian atom.
lempeng tipis layar
Adapun elektron merupakan partikel negatif yang tersebar
di antara proton-proton dan berperan menetralkan muatan Gambar 6.2
Percobaan hamburan par-
atom secara keseluruhan. tikel alfa yang dilakukan oleh
Model atom Thomson ini sering dinamakan sebagai Rutherford.
model kue puding prem atau roti kismis. Karena elektron-
elektron tersebar di seluruh atom sperti halnya kismis yang
menempel pada roti.
3. Model Atom Rutherford
Teori atom Thomson pada 1911 diuji oleh seorang ahli
fisika yang berasal dari Inggris, Ernest Rutherford. Ia
menguji kebenaran teori Thomson dengan melakukan
percobaan menggunakan partikel alfa yang ditembakkan
pada sebuah keping logam emas yang sangat tipis. Partikel
alfa adalah partikel yang dipancarkan oleh unsur radioaktif
bermuatan listrik positif yang besarnya dua kali muatan
elektron dan massanya empat kali massa proton.
lempeng tipis
dibelokkan
Gambar 6.3
Model atom Rutherford. Partikel
alfa yang mendekatil nukleus
inti atom yang masih akan terkena
menembus
gaya yang besar sehingga
dibelokkan dengan sudut yang
elektron
besar.
partikel alfa
Rutherford memiliki asumsi bahwa jika teori atom
Thomson benar maka seluruh partikel alfa dengan energi yang
besar harus menembus lurus keping tipis emas tersebut.
Fisika Atom 247

