Page 270 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 270
Dengan demikian konfigurasi elektron di atas disingkat
sebagai berikut.
2
3
2
2
N : 1s 2s 2p disingkat (He) 2s 2p 3
7
Mg : (Ne) 3s 2
12
7
2
Co : (Ar) 3d 4s
27
b. Kaidah Hund
Penempatan elektron pada orbital-orbital p, d, f yang
memiliki tingkat energi yang sama (pada subkulit yang
sama), masing-masing diisi dengan satu elektron terlebih
dahulu dengan arah spin yang sama, kemudian diisi dengan
elektron berikutnya dengan arah yang berlawanan.
Contoh
atau bukan
atau bukan
4
d ditulis
c. Asas Larangan Pauli
Pada 1925 Wolfgang Pauli mengemukakan aturan pengi-
sian elektron pada atom yaitu elektron-elektron cenderung
akan menempati energi terendah yang masih mungkin da-
lam suatu orbital. Oleh karena jumlah elektron maksimum
yang dapat mengisi subkulit tertentu terbatas maka Pauli
mengemukakan aturan yang dikenal dengan eksklusi asas
larangan Pauli, antara lain sebagai berikut.
Dalam sebuah atom tidak bolah ada dua elektron
yang menempati keadaan yang sama artinya tidak boleh
memiliki keempat bilangan kuantum yang sama (n, l, m ,
l
dan m ).
s
Asas ini sangat penting untuk memahami struktur
atom apalagi untuk mengkaji sifat-sifat atom berelektron
banyak.
Coba mari kita lihat pengisian elektron pada atom hidro- Gambar 6.15
1
gen yang memiliki satu elektron dengan konfigurasi 1s . Bilangan kuantum atom H dan
He yang berada dalam bilangan
Elektron akan menempati tingkat energi terendah yaitu n kuantum spin.
=1 yang artinya berada pada kulit K. Bilangan kuantum
azimutnya berharga l = 0. Bilangan kuantum l = 0 adalah
orbitas s. Harga m dari –l sampai l, karena l = 0 maka ml
l
hanya bernilai nol juga. Elektron memiliki dua kemungki-
nan arah putaran yang menyebabkan arah momen magnet
Fisika Atom 263

