Page 358 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 358
Bandung menggunakan rekator Triga Mark II (Triga =
Training Research adan Isotop Production by General
Atomic) dengan kapasitas daya 1 MW. Di Yogyakarta juga
dengan nama reaktor Triga, memiliki kapasitas daya 250
kW, sedangkan di Serpong yang diresmikan pada 1987,
reaktornya bernama MPR-30 (MPR = Multi Purpose Re-
actor) memiliki kapasitas daya 30 MW.
Prinsip kerja reaktor atom dapat dijelaskan dengan
gambar sebagai berikut.
air panas
batang
kendali
uap ke
teras menara
air panas pendingin
keluar
inti reaktor elemen + uap dingin
bahan bakar
pompa dari menara
moderator
air dingin
(air)
masuk alat penukar panas
Gambar 8.22
perasai beton Diagram Reaktor Nuklir
Kalor yang dihasilkan reaktor nuklir dibuang melalui
sisitem pendingin. Sistem pendingin yang digunakan ada
dua jenis, yaitu sistem pendingin primer dan sistem pend-
ingin sekunder. Sistem pendingin primer akan mengambil
panas dari reaktor, kemudian membuangnya ke pendingin
sekunder melalui alat penukar panas (heat exchanger).
Sistem pendingin sekunder akan membuang panas melalui
menara pendingin.
Komponen dasar suatu rekator adalah bahan bakar,
moderator, batang kendali, perisai beton, dan pendingin.
Bahan bakar yangdigunakan dalam rekator nuklir adalah
uranium. Dalam bijih uranium di alam terdapat satu isotop
U-235 untuk setiap 140 atom atau sekitar 0,7%, sedan-
gkan sisanya adalah isotop U-238. Kebanyakan reaktor
menggunakan bahan baker yang sudah diperkaya hingga
mengandung U-235 sebanyak 3%.
Inti Atom dan Radioaktivitas 351

