Page 55 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 55
monokromatis yang dipancarkan oleh sumber S di-
pantulkan oleh cermin I dan cermin II yang seolah-olah
berfungsi sebagai sumber S dan S . Sebenarnya, S dan S
1 2 1 2
adalah bayangan oleh cermin I dan cermin II.
Berbeda pula apa yangdilakukan dengan Young. Den-
gan menggunakan dau apenghalang yang satu memiliki
satu lubang kecil dan yang kedua dilengkapi dengan dua
lubang kecil, Young memperoleh dua sumber cahaya
(sekunder) koheren yang monokromatis dari sebuah sum-
ber cahaya monokromatis.
Pola interferensi yang dihasilkan oleh kedua eksperi-
men tersebut berupa garis-garis terang dan garis-garis ge-
lap pada layar silih berganti. Garis terang terjadi apabila
kedua sumber cahaya mengalami interferensi yang saling
menguatkan atau interferensi maksimum. Garis gelap ter-
jadi apabila kedua sumber cahaya mengalami inteferensi
yang saling melemahkan atau interferensi minimum. Yang
perlu diketauhi kedua sumber cahaya tidak memiliki am-
plitudo yang sama maka terjadi garis gelap. Sebaliknya,
apabila amplitudo tidak sama maka interferensi tetap
terjadi hanya minimunya tidak gelap sama sekali.
Untuk mengetahui terjadinya du acelah atau intefer-
ensi celah ganda perhatikan gambar berikut.
A
P
S1
S0 d
O
B
S2
Gambar 1.40 L
Interferensi Young
Pada gambar di atas tampak bahwa lensa kolimator
menghasilkan berkas sejajar. Kemudian, berkas tersebut
melewati penghalang yang memiliki celah ganda sehingga
S dan S dapat dipandang sebagai dua sumber cahaya
1 2
monokromatis. Setelah keluar dari S dan S kedua cahaya
1 2
digambarkan menuju sebuah titik A pada layar. Selisih jarak
48 Fisika untuk SMA/MA kelas XII

