Page 481 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 481

Bab 6 GGL Induksi dan Induktansi


                        kekurangan energy listrik di Indonesia, khususnya di pulau Sumatera dan
                        Kalimantan yang memiliki banyak sungai besar.

                                Saya memiliki ide sederhana untuk membuat PLTA di sungai yang
                        tenang.  Mungkin  ide  ini  sulit  direalisasikan  saat  ini.  Namun,  mungkin
                        dalam beberapa puluh tahun ke depan, ada teknologi yang memungkinkan

                        cara tersebut dapat direalisasikan dengan biaya yang ekonomis. Caranya
                        adalah membuat terowongan di dasar sungai. Gambar 6.33 adalah ilustrasi
                        singkat ide tersebut. Caranya adalah menggali terowongan arah vertikal di
                        suatu lokasi di sekitar tepi sungai hingga kedalaman beberapa puluh meter
                        dan melanjutkan dengan terowongan arah horizontal menuhu kea rah hulu

                        sungai hingga keluar gai di dasar sungai sebelah hulu. Terowongan arah
                        horizontal memang cukup panjang. Di dasar terowongan vertikal diletakkan
                        generator.  Air  jatuh  melalui  terowongan  vertikal  dan  memutar  generator.

                        Kemudian air yang telah memutar generator mengalir melalui terowongan
                        horizontal dan keluar di ujung terowongan kea rah hulu. Ebnergi air yang
                        digunakan untuk memurat generator bergantung pada ukuran terowongan
                        dan kedalaman terowongan.



                                      






                 Air terjun    h


                         Generator                         L



               Gambar 6.33 Ide pembuatan pembangkit listrik tenaga air di sungai yang landai.
               Bagian  utama  yang  dibuat  adalah  terowongan  vertikal  dan  terowongan  horizontal. Generator  ditempatkan  di

               dasar terowongan vertikal.

                                Misalkan  sungai  tersebut  memiliki  sudut  landai    di  mana  sudut
                        tersebut sangat kecil. Misalkan kedalaman terowongan vertikal adalah  h.
                        Dengan  menggunapan  persamaan  segitiga  standar  maka  panjang

                        terowongan bagian horizontal adalah

                                      h
                                 L 
                                     tan 
                                                           469
   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486