Page 700 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 700

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                        Cahaya tampak
                                Cahaya  tampak  adalah  gelombang  elektromagnetik  yang  sangat

                        membantu  manusia  atau  hewan  untuk  melihat  benda-benda  di
                        sekelilingnya.  Sel-sel  dalam  retina  sangat  sensitive  pada  cahaya  tampak.
                        Hanya  bayangan  benda  yang  dihasilkan  oleh  cahaya  tampak  yang  dapat

                        dideteksi retina. Cahaya tampak dapat dihasilkan oleh benda yang suhunya
                        cukup  tinggi,  seperti  matahari,  api,  atau  filamen  dalam  lampu.  Cahaya
                        tampak juga dihasilkan akibat transisi electron dalam atom dari keadaan
                        dengan energi tinggi ke keadaan dengan energi rendah.


                        Gelombang ultraviolet
                                Sinar ultraviolet dihasilkan akibat perubahan ringkat energi electron
                        dalam  atom.  Sinar  ultraviolet  sering  digunakan  untuk  memendarkan

                        material yang disebut fosfor untuk berpendar sehingga menghasilkan warna
                        tertentu. Beberapa lampu yang menghasilkan warna tertentu sebenarnya di
                        bagian  dalamnya  mengandung  lapisan  bahan  fosfor.  Di  dalam  lampu
                        tersebut  dibangkitkan  sinar  ultraviolet,  yang  apabila  mengenati  lapisan
                        fosfor  terjadi  perpendaran  dengan  memancarkan  warna  tertentu.  Sinar

                        ultraviolet  cukup  energetic  dan  dapat  mengionisasi  atom  sehingga
                        berbahaya untuk sel-sel hidup yang dapat meyebabkan kanker kulit.

                        Sinar-X

                                Sinar-X dihasilkan ketika electron diperlambat dalam waktu yang
                        sangat  singkat,  misalnya  saat  electron  yang  berkecepatan  sangat  tinggi
                        dihentikan akibat tumbuykan dengan permukaan logam. Sinar-X pertama
                        kali  ditemukan  oleh  Willian  Rontgern  (1845-1923),  ketika  melakukan

                        percobaan  dengan  sinar  katoda.  Ia  mengamati  bahwa  layar  fosfor  yang
                        jaraknya beberapa meter dari sinar katoda mengalami perpendaran. Diamati
                        juga  bahwa  sinar-X  dapat  memenbus  dengan  mudah  bagian  tubuh  yang

                        lunak, tetapi diserap oleh material yang lebih rapat seperti logam dan tulang.
                        Sejak  saat  itu,  sinar-X  digunakan  dalam  kedokteran  untuk  mengamati
                        kerusakan pada tulang, seperti tulang patah.
                                Gambar  10.6  adalah  contoh  tulang  lengan  patah  yang  difoto
                        menggunakan  sinar-X.  Sinar-X  ditembakkan  dari  depan  menuju  ke  arah

                        lengan. Di belakang lengan disimpan film yang sensitif terhadap sinar-X.
                        Sinar-X  dapat  menembus  danging  secara  mudah  sehingga  menghasilkan
                        pengaruh  besar  pada  film.  Sementara  tulang  menahan  hampir  semua

                        sinar-X  sehingga  tidak  mencapai  film.  Perbedaan  sifat  film  yang  dikenai
                                                           688
   695   696   697   698   699   700   701   702   703   704   705