Page 718 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 718

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                                mendapatkan hokum tersebut? Adakah prinsip yang lebih mendasar
                                sehingga  cahaya  yang  mengalami  pembiasan  memnuhi  hokum

                                Snell? Jawabnya ada, yaitu cahaya selalu merambnat dari suatu itik
                                ke  titik  lain  pada  lintsan  sedemikian  sehingga  waktu  tempuhnya
                                paling  kecil.  Jadi  peristiwa  pembaisan  adalah  peristiwa  ketika

                                cahaya  mengambil  lintasan  dengan  waktu  yermpuh  paling  kecil.
                                Untuk membuktikan sifat ini sehingga diperoleh hokum Snell mari
                                kita analisis Gambar 10.21. Kita pilih bidang batas berimpit dengan
                                sumbu x.




                 A: (x ,y )          Normal
                      1
                        1
                           (3)
                                    d
                          (2)
                    (1)
                                                              n 1
                                          B: (x,0)
                                        

                                                              n 2




                                           b
                                                  C: (x ,y )
                                                       2
                                                         2


               Gambar 10.21 Membuktikan hokum pembiasan cahaya menggunakan prinsip Fermat.


                                         Misalkan cahaya akan merambat dari titik A di medium n1
                                ke titik C di medium n2. Lintasanan manakah yang akan titmbuh

                                cahaya?  Apakah  lintasan  (1),  (2),  atau  (3)?  Kita  akan  tentukan.
                                Misalkan koordinat titik A adalah (x1,y1) dan koordinat titik C adalah
                                (x2,y2). Misalkan cahaya jatuh pada bidang batas dua medium pada
                                titik  B.  Karena  bidang  batas  berimpit  dengan  sumbu  x  maka
                                koordinat  titik  B  adalah  (x,0).  Dengan  demikian  kita  dapatkan

                                panjang lintsan cahaya di medium 1 dan medium 2 sebagai berikut


                                         AB    (x  x 1 )   y
                                                            2
                                                       2
                                                            1
                                                           706
   713   714   715   716   717   718   719   720   721   722   723