Page 729 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 729

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                        pembiasan  kembali  di  sisi  kedua  hingga  cahaya  kembali  ke  udara.
                        Bagaimana bentuk lintasan cahaya tersebut? Mari kita analisis.

                                Cahaya yang keluar pada bidang batas kedua ini merambat dalam
                        arah persis sama dengan cahaya datang pada bidang batas pertama. Tetapi,
                        arah  rambat  cahaya  telah  mengalami  pergeseran.  Berapa  bersarnya

                        pergeseran tersebut? Lihat Gambar 10.31.



                                              d1


                                                                         n
                                                  A                       1
                                         d
                                            -  b1    d2
                                            d1
                                                                                     = 
                                                                         n           d1     b2
                           t                                              2
                                                                                     = 
                                                     b1                             b1     d2


                                                        B
                                                                         n 1

                                          n < n  2            b2
                                           1


               Gambar 10.31 Pergeseran arah rambat cahaya setelah melewati material dengan ketebalan tertentu.

                                Pergeseran arah rambat cahaya adalah d. Misalkan tebal medium
                        adalah t. Hubungan antara sudut dating dan sudut bias di bidang batas
                        pertama adalah


                                 n 1 sin  n 2  sin
                                        1
                                                  1 b
                                       d

                        Dari Gambar 10.18 tampak bahwa

                                    
                                       b
                                  d
                                   1
                                        2

                                   
                                  1 b
                                        2
                                       d

                                 d   AB sin (   1 b  )
                                             d
                                              1

                                                           717
   724   725   726   727   728   729   730   731   732   733   734