Page 736 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 736

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik



                                Garis  yang  sejajar  sinar  bias  memiliki  gradient  m  dan  melewati

                        koordinat  (x0,y0).  Dengan  langkah  yang  sama  seperti  yang  kita  gunakan
                        untuk pembiasan oleh permukaan cembong maka kita akan dapatkan jarak
                        tikik potong sinar bias dengan sumbu datar memenuhi


                                       n
                                 f        R     R 1  cos  d 
                                     n  n 0

                        Untuk  sudut  dating  yang  kecil  kita  kembali  mendapatkan  persamaan

                        (10.24)
                                Dari pembahasan di atas bahwa jarak titik potong garis yang sejajar
                        sinar bias dengan sumbu datar untuk pembiasan oleh permukaan cembung

                        maupun  permukaan  cekung  bola  sama,  yaity  diberikan  oleh  persamaan
                        (10.24).  Namun  keduanya  berbeda.  Kalau  pembiasan  oleh  permukaan
                        cekung  bola  maka  sumbu  datar  dipoting  langsung  oleh  sinar  bias.
                        Sebaliknya, pada pembiasan oleh permukaan cekung maka sumbu datar
                        tidak diporong oleh sinat bias, tetapi dipotong oleh perpanjangan sinar bias

                        kea rah belakang. Untuk pembiasan oleh permukaan cembung maka pada
                        titik  potong  tersebut  terkumpul  cahaya.  Namun  untuk  pembiasan  oleh
                        permukaan  cekung  maka  pada  titik  potong  tersebut  tidak  ditemukan

                        cahaya.

                        10.9 Pebiasan oleh prisma
                                Selanjutnya  kita  tinjau  kondisi  yang  sedikit  lebih  rumit,  yaitu
                        pembiasan  oleh  prisma.  Walaupun  rumit,  namun  fenomena  ini  sangat

                        penting  dalam  teknologi  spektroskopi  untuk  menguraikan  cahaya  putiah
                        atas  spectrum  warna  yang  berbeda  seperti  diilustrasikan  pada  Gambar
                        10.35.  Setelah  melewati  prisma  maka  spectrum  warna  yang  berbeda

                        tersebut merambat ke arah yang berbeda sehingga dapat dipilih salah satu
                        warna yang dinginkan.
                                Sekarang  mari  kita  analisis  fenomena  pembiasan  cahaya  oleh
                        prisma. Gambar 10.36 mengilustrasikan lintasan cahaya pada prisma yang
                        memiliki  indeks  bias  n  dan  sudut  puncak  .  Pertama  mari  kita  analisis

                        kaitan  antara  sudut-sudut  pada  Gambar 10.36. Dengan  melihat  bangun
                        abcd jelas bahwa

                                    abc   bcd    cda    2 

                                                           724
   731   732   733   734   735   736   737   738   739   740   741