Page 750 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 750

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                        sifat gelombang cahaya. Akibatnya, teori partikel cahaya yang dirumuskan
                        oleh  Newton  masih  diterima  sebagian orang.  Kesulitan  dalam  melakukan

                        eksperimen tersebut muncul akibat panjang gelombang cahaya yang terlalu
                        pendek dan peralatan yang ada saat itu tidak mendukung untuk mengukur
                        panjang gelombang cahaya secara langsung.

                                Saat ini, panjang gelombang cahya bukan lagi nilai yang sangat kecil.
                        Orang bahkan sudah mampu mengukur panjang hingga ribuan kali lebih
                        kecil daripada panjang gelombang cahaya.

                        10.11.1 Interferensi Celah Ganda

                                Skema  percobaan  interferensi  celah  ganda  yang  dilakukan  Young
                        diperlihatkan  pada  Gambar  10.44.  Young  menggunakan  sumber
                        monokromatik  S.  Di  depan  sumber  terdapat  dua  celah  S1  dan  S2  yang

                        memiliki jarak persis sama dari sumber. Dengan demikian, fase gelombang
                        pada S1 dan pada S2 tepat sama. Dengan prinsip Huygens, celah S1 dan S2
                        berperan sebagai sumber gelombang baru. Pola interferensi diamati pada
                        layar yang berjarak L dari celah.
                                Seperti  sudah  kita  bahas  pada  Bab  terdahulu,  interferensi

                        konstruktif  terjadi  jika  selisih  jarak  tempuh  gelombang  dari  dua  sumber
                        merupakan kelipatan bulat dari panjang gelombang. Sedangkan interferensi
                        deskturktif  terjadi  jika  selisih  jarak  tempuh  gelombang  dari  dua  sumber

                        merupakan kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombang.
                                Berkas cahaya dari sumber S1 dan S2 memenuhi berbentuk sebagai
                        berikut

                                            t
                                 y 1   A cos(  kr 1   0 )

                                 y 2   A cos(  kr 2    0 )
                                             t


                        Kedua berkas memiliki fase awal yang sama karena berasal dari lampu yang
                        sama.  Dua  berkas  hanya  berbeda  dalam  jarak  tempuh.  Kita  dapat  juga
                        menulis gelombang dari sumber kedua sebagai berikyt

                                 y   A cos( t  kr  0   k  ) r
                                           
                                                 1
                                  2

                        di mana

                                  r  r  r
                                      1
                                          2
                                                           738
   745   746   747   748   749   750   751   752   753   754   755