Page 747 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 747

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                        bergantung pada suhu. Mengapa demikian? Karena volume zat zair atau gas
                        lebih sensifit terhadap perubahan suhu sehingga indeks bias pun sensitive

                        terhadap perubahan suhu. Pada tekanan tetap, laju perubahan indkes bias
                        zat zair terhadap perubahan suhu diberikan oleh persamaa berikut ini [C.G.
                        Murphy  and  S.S.  Alpert,  Dependence  of  refractive  index  temperature

                        coefficient of the thermal expansivity of liquid, American Journal of Physics 39,
                        834 (1971))

                                 dn     3 n (n 2    ) 1                                (10.33)

                                 dT     2  2n 2   1

                        dengan
                                n adalah indeks bias

                                 koefisien muai panas volum.
                                Sebagai  contoh,  benzene  memiliki  indeks  bias  pada  suhu  23  C
                                                                                                       o
                        sebesar 1,503. Koefiensi muai termal volum benzene adalah 1,21  10 / C.
                                                                                                    -3 o
                        Dengan  demikian  gradient  perubahan  indeks  bias  terhadap  suhu  adalah
                        -0,000622/ C.
                                    o


                        10.10.4 Indeks bias negatif

                                Indeks bias yang kita kenal selalu bernilai positif dan lebih besar
                        atau sama dengan satu. Indeks bias satu didefinisikan sebagai indeks bias
                        vakuum. Indeks bias udara mendekati satu tapi sedikit lebih besar, seperti
                        ditampilkan pada Tabel 10.1. Namun, para ilmuwan mengamati fenomena
                        yang  aneh  pada  sejumah  material  baru  yang  berhasil  dibuat.  Fenomena

                        tersebut  dapat  dijelaskan  jika  diasumsikan  bahwa  material  tersebut
                        memiliki indeks bias negatif. Material yang berhasil dibuat sering disebut
                        negative-index metamaterial atau negative-index material (NIM). Material ini

                        memiliki indeks bias negatif pada jangkauan frekuensi tertentu.
                                Karena memiliki indeks bias negatif, maka pembiasan cahaya oleh
                        material  ini  melawan  hukum  Snell.  Gambar  10.42  adalah  ilustrasi
                        pembelokan arah rambat cahaya oleh material yang memiliki indeks bias
                        negatif. Dilustrasikan secara berurutan: (i) berkas cahaya datang dari udara,

                        (ii) berkas cahaya memasuki bidang batas udara dan material yang memiliki
                        indeks  bias  negatif,  (iii)  cahaya  mengalami  pembiasan,  dan  (iv)  cahaya
                        merambat  dalam  material  dengan  indeks  bias  negatif.  Tampak  sekali

                        perbedaan dengan prediksi hukum Snell. Bagi material dengan indeks bias
                                                           735
   742   743   744   745   746   747   748   749   750   751   752