Page 782 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 782
Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik
sebagai celah difraksi. Dengan demikian, gambar sebuah bintang yang
tampak pada perekam adalah hasil difraksi oleh lensa teleskop seperti
diilustrasikan pada Gambar 10.62. Permasalan timbul jika posisi dua
bintang sangat berdekatan. Karena bayangan yang tampak pada perekam
sangat berdekatan, bahkan dapat berimpit. Pertanyaan logis yang dapat kita
mucnulkan adalah, adakah sudut datang minimum cahaya dari dua bitang
sehingga dua bitang tersebut dapat dibedakan setelah mengalami difraksi
oleh teleskop? Jika ada, parameter apakah yang berperan mempengaruhi
kemampuan teleskop mengamatai dua bintang dalam bentuk bayangan
yang terpisah? Dengan perkataan lain, bagaimana syaratnya agar bayangan
dua bintang berdekatan tampak terpisah pada perekam?
Bintang 1
D
Bintang 2
Bayangan pada
film atau
detektor
Lensa teleskop
Gambar 10.62 Ilustrasi pembentukan bayangan bintang pada film atau perekam yang ada dalam system
teleskop. Cahaya bintang masuk ke lensa teleskop lalu menuju ke perekam. Lensa teleskpo berperan sebagai
celah difraksi sehingga bayangan yang terbentuk pada film merupakan bahayan fenomena difraksi.
Rayleigh membuat sebuah criteria, bahwa dua bayangan dikatakan
terpisah jika jaraknya lebih besar dari suatu nilai minimum. Nilai minimum
tersebut terjadi ketika puncak utama bayangan satu bintang berimpit
dengan minimum bayangan bintang lainnya. Pada Gambar 10.63(a) puncak
digraksi dua bitang saangat berjauhan dan kedua bintang dapat dibedakan
dengan jelas. Pada Gambar 10.63(b), puncak difraksi yang dihasilkan satu
bintang berimpit dengan intensitas minimum difraksi yang dihasilkan
bintang lainnya. Pada kondisi ini kedua bintang masih dapat dibedakan.
770

