Page 786 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 786

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                                dapat  dibedakan.  Andaikan  di  wajah  orang  tersebut  ada  jerawat
                                dengan ukuran 0,3 mm maka jerawat tidak kelihatan dari jarak 1

                                meter.
                                         Kulit manusia sebenarnya bersisik dengan ukuran sekitar
                                0,0001 mm. Ukuran ini jauh di bawah kemampuan resolusi mata.

                                Meskipun  kulit  manusia  diamati  pada  jarak  10  cm,  maka  jarak
                                minimum yang masih dapat dipisah sekitar 0,05 mm. Nilai ini masih
                                jauh lebih besar daripada ukuran sisik di kulit manusia. Dengan
                                kekurangan ini kita harus bersyukur sehingga masih melihat kulit
                                manusia tampak mulus. Kalau tidak, maka manusia tampak seperti

                                buaya atau monster.


                        10.14 Interferensi lapisan tipis

                                Cahaya  yang  jatuh  pada  lapisan  tipis  juga  dapat  menimbulkan
                        fenomena interferensi. Berkas cahaya yang dipantulkan pada permukaan
                        atas  selaput  dan  permukaan  bawah  selaput  dapat  berinterferensi.  Posisi
                        sudut  interferensi  instruktif  dan  konstruktif  bergantung  pada  panjang

                        gelombang cahaya. Akibatnya, jika cahaya putih dijatuhkan pada selaput
                        tipis  maka  cahaya  pantul  tampak  berwarna-warna  seperti  diilustrasikan
                        pada Gambar 10.65(a) dan (b).


                        10.14.1 Lapisan tipis Seragam
                                Sekarang  kita  analisis  secata  materiamtis  fenomena  interferensi
                        cahaya oleh lapisan tipis seragam. Untuk membantu pembahasan, kita lihat
                        Gambar  10.65(c).  Lapisan  tipis  dengan  ketebalan  d  dan  memiliki  indeks

                        bias n2 berada di dalam mediaum dengan indeks bias n1. Mediaum dengan
                        indeks bias n1 misalnya udara sedangkan lapisan tipis dapat berupa lapisan
                        sabun. Kita juga misalkan bahwa n2 > n1.

                               Cahaya  dating  dari  mediam  n1  menuju  medium  n2  dengan  sudut
                        dating  d.  Misalkan  fase  cahaya gelombang  tepat  saat  menyentuh  bidang
                        batas  atas  dua  medium  adalah   .  Pada  bidang  batas  dua  mediaum
                                                               0
                        tersebut, sebagian cahaya mengalami pemantulan dan sebagian mengalami
                        pembiasan.

                          i.   Karena cahaya dipantulkan oleh medium dengan indeks bias lebih
                               besar  maka  cahaya  pantul  mengalami  pembalikan  fase  sebesar  .
                               Akibatnya, fase cahaya tepat setelah dipantulkan menjadi            .
                                                                                                0
                         ii.   Cahaya  yang  mengalami  pembiasan  tidak  mengalami  pembalikan
                                                           774
   781   782   783   784   785   786   787   788   789   790   791