Page 161 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 161
2. Tidak memiliki rongga tubuh (aselomata). d. Nemathelminthes (Cacing Gilig)
3. Tidak memiliki sistem sirkulasi.
4. Proses respirasi dilakukan secara difusi oleh Kutikula Alat kelamin
seluruh tubuh.
Pseudoselom
5. Sistem ekskresi menggunakan sel api (flame Saluran ekskresi
cell). Faring Anus
6. Sistem saraf berupa sistem tangga tali yang
terdiri atas ganglion (simpul saraf) dan Ciri-ciri nemathelminthes
sepasang tali saraf. 1. Tubuh triploblastik dan berbentuk bulat
7. Berkembang biak dengan dua cara: panjang.
• Aseksual, dengan fragmentasi 2. Disebut sebagai hewan pseudoselomata
(membelah diri). karena memiliki rongga semu.
• Seksual, yaitu dengan perka winan 3. Tubuh simetri bilateral.
silang antarindividu, karena bersifat 4. Sistem respirasi melalui permukaan tubuh.
hermafrodit (memiliki dua alat 5. Memiliki kutikula yang berfungsi untuk
kelamin). melindungi diri dari enzim pencernaan inang.
Klasifikasi plathyhelminthes 6. Memiliki alat ekskresi berupa sel glanduler.
Anggota plathyhelminthes diklasifikasikan men - 7. Hampir semua jenis cacing dalam filum ini
jadi empat kelas, yaitu: bersifat parasit dan menyebabkan penyakit
1. Turbellaria (cacing rambut getar) pada manusia.
Jenis cacing ini merupakan cacing yang 8. Sistem reproduksinya, yaitu:
hidup bebas dan bergerak dengan bulu getar. • Umumnya nemathelminthes
Contoh: Planaria. bereproduksi secara seksual dengan
2. Trematoda (cacing isap) fertilisasi internal.
• Organ kelamin jantan dan betina
Seluruh spesies cacing dari kelas ini bersifat
parasit, baik pada hewan ternak maupun terpisah pada individu yang berbeda.
pada manusia. Tubuh dibungkus dengan Klasifikasi nemathelminthes
kutikula untuk menjaga tubuhnya agar tidak Beberapa jenis cacing yang tergolong ke dalam
tercerna oleh inangnya. filum nemathelmintes, yaitu:
Contoh: 1. Ascaris lumbricoides (cacing perut), hidup
• Fasciola hepatica (cacing hati pada di dalam usus manusia dan mengisap sari
ternak). makanan yang ada di dalam usus.
• Clonorchis sinensis (cacing hati pada 2. Wuchereria bancrofti (cacing rambut),
manusia). penyebab penyakit kaki gajah pada manusia,
3. Cestoda (cacing pita) larvanya disebarkan melalui gigitan nyamuk.
Cacing ini tidak memiliki alat pencernaan, 3. Ancylostoma duodenale (cacing tambang),
tubuhnya beruas-ruas (disebut proglotid), hidup di dalam usus manusia dan memiliki
dan setiap proglotid mengandung alat alat pengait untuk mencengkeram dan
reproduksi, ekskresi, serta mampu mengisap darah.
menyerap sari makanan dari inangnya. 4. Enterobius vermicularis (cacing kremi),
Contoh: Taenia saginata (cacing pita pada sapi) penyebab timbulnya rasa gatal terus-menerus
dan Taenia solium (cacing pita pada babi). di sekitar dubur.
160

