Page 25 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 25

4.  Gurindam                                   5.  Sektet   : terdiri atas enam baris dalam
                Gurindam  adalah  puisi  lama  yang  berasal   satu bait.
                dari Tamil (India).                        6.  Septima : terdiri atas tujuh baris dalam
                Ciri­ciri gurindam:                            satu bait.
                •   Satu bait terdiri atas dua baris.      7.  Oktaf  : terdiri  atas  delapan  baris
                •   Baris  pertama  adalah  sampiran,          dalam satu bait.
                    sedangkan baris kedua adalah isi.      8.  Soneta  :  terdiri  atas  sembilan  baris
                •   Bersajak a­a.                              dalam satu bait.
                •   Berisi nasihat.
                •   Ada hubungan kausal antara baris satu   c.   Pusi Bebas
                    dan dua.                               Yaitu,  puisi  yang  tidak  mengindahkan
                                                           aturan­aturan  puisi,  seperti  rima,  irama,
                                                           bait, dan baris.
                             Contoh                        Puisi  bebas  tidak  lagi  ditekankan  pada
                                                           pemakaian  kata  yang  indah  dan  tidak
                                                           efektif. Puisi bebas lebih ekspresif dengan
                Mengumpat dan memuji hendaklah pikir       menggunakan pilihan diksi yang padat dan
                Di situlah banyak orang yang tergelincir   sarat makna.
                                                           Apabila  dalam  pantun  ada  ikatan  aturan
                                                           persajakan,  yaitu  a  b  a  b  dan  dalam  syair
            b.  Puisi Baru                                 a  a  a  a  maka  dalam  puisi  bebas  tidaklah
                •   Puisi  baru  atau  yang  lebih  dikenal   demikian. Puisi bebas dapat menggunakan
                    sebagai  puisi  modern  muncul  pada   persajakan a a a a, a b a b, a a b b, a a b
                    masa Pujangga Baru dan dipopulerkan    c, a b c d, dan lain­lainnya sesuai dengan
                    oleh  Angkatan  45,  yang  dipelopori   kebutuhan dan pilihan katanya.
                    oleh Chairil Anwar.
                                                       d.  Puisi Kontemporer
                •   Puisi  modern  lahir  dalam  semangat
                    mencari   kebebasan   pengucapan       Merupakan  bentuk  puisi  kekinian.  Puisi
                    pribadi  yang  tidak  terikat  dengan   jenis ini tidak lagi dipandang sebagai karya
                    pola­pola  estetika  yang  kaku  atau   sastra  yang  terikat  oleh  bentuk  dan  rima,
                    patokan­patokan  yang  membelenggu     namun  sebuah  karya  sastra  yang  dibuat
                    kebebasan penyair.                     untuk menyampaikan gagasan, kritik, atau
                                                           sindiran dari penulis tentang kehidupan di
                •   Puisi baru terdiri atas:
                                                           sekitarnya.
                1.   Distikon : terdiri atas dua baris tiap bait, bi­     Puisi  ini  mengandalkan  pengucapan  batin
                    asanya bersajak sama.
                                                           puisi daripada makna puisi.
                2.  Tersina :  terdiri  atas  tiga  baris  dalam      Berdasarkan  isinya,  puisi  kontemporer
                    satu bait.                             terdiri atas:
                3.  Kuatren  :  terdiri  atas  empat  baris
                    dalam satu bait.                       1.  Epigram
                                                               Puisi  yang  berisi  ajaran  hidup,  baik
                4.  Kuin :  terdiri  atas  lima  baris  dalam
                    satu bait.                                 tentang  agama,  sopan  santun,  sosial,
                                                               dan sebagainya.



           24
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30