Page 31 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 31

Bab    9




                Bentuk Kata










            Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat
            berdiri sendiri dan memiliki arti. Bentuk kata dike-
            nal juga dengan istilah morfem. Morfem terbagi            Catatan
            menjadi dua, yaitu:
            •   Morfem bebas adalah morfem atau bentuk     berikut catatan untuk prefiks me-
                kata yang bisa berdiri sendiri. Contoh: duduk,   •    Bila dipasangkan dengan kata dasar
                                                               berfonem awal huruf vokal (a, i, u,
                main, dan cantik.                              e, o), k, g, dan h akan mengalami
            •   Morfem terikat adalah morfem yang tidak        morfofonemis (perubahan fonem)
                bisa berdiri sendiri. Contoh: me-, -an, ter-,   menjadi meng-. Contoh: menghilang,
                non-, antar-, pasca-, dan pra-.                mengajar, menggila.
                                                           •    Bila dipasangkan dengan kata dasar
            A.   Afiksasi                                      berfonem awal l, m, n, r, ng, ny, w,
                                                               dan y awalan me- tidak mengalami
                 Afiksasi adalah pengimbuhan. Imbuhan          perubahan.  Contoh: melawan,
                (afiks) adalah morfem terikat. Terdapat enam   merasa, memakan, menyanyi.
                jenis afiksasi (imbuhan), yaitu:           •    Bila  dipasangkan  dengan  kata
                                                               dasar berfonem awal d, t, c, dan
            a.    Awalan (Prefiks)                             j  akan  mengalami  morfofonemis
                 Awalan adalah bentuk terikat yang dilekatkan   menjadi men-. Contoh: mendobrak,
                di depan sebuah kata dasar atau bentuk dasar.   mencontoh, menjadi.
                Dalam bahasa Indonesia, awalan terdiri atas   •    Bila dipasangkan dengan kata dasar
                me-, ber-, ter-, ke-, se-, di-, dan pe-.       berfonem  awal  p, b, dan  f akan
                                                               mengalami morfofonemis menjadi
                                                               mem-.  Contoh: membanting,
                                                               memindah, membaca.
                             Contoh                        •    Bila dipasangkan dengan kata dasar
                                                               berfonem awal s dan sy akan mengalami
                                                               morfofonemis menjadi meny-.  Contoh:
                 me(N) + potong = memotong                     menyapu, menyikut, menyatu.
                 ber + nyanyi = bernyanyi                  •    Bila dipasangkan dengan kata dasar
                 pe(N) + hapus = penghapus                     bersuku satu akan mengalami
                 ter + baik = terbaik                          morfofonemis  menjadi  menge-.
                                                               Contoh: mengebom.




           30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36