Page 8 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 8

1.   Pertentangan  manusia  dengan  dirinya   2.  Latar tempat
                   sendiri (konflik batin).                   Penggambaran  letak  dari  suatu  kejadian/
               2.  Pertentangan manusia dengan sesamanya.     cerita,  misal:  Indonesia,  sekolah,  Jakarta,
               3.  Pertentangan manusia dengan lingkungannya,   dan sebagainya.
                   baik  itu  lingkungan  ekonomi,  politik,  sosial,   3.  Latar budaya/suasana
                   dan budaya.
               5.   Pertentangan manusia dengan Tuhan atau      Penggambaran  budaya  atau  suasana  yang
                   keyakinannya.                              melatarbelakangi terjadinya peristiwa atau
                                                              cerita dalam cerpen/novel.
               •   Jenis­jenis alur, antara lain:
                                                          d.  Penokohan
               1.  Berdasarkan kuantitas alurnya
                                                          •   Penokohan  adalah  cara  pengarang
                   •   Alur tunggal                           menggambarkan  dan  mengembangkan
                       Alur  yang  hanya  memiliki  satu  garis   karakter tokoh­tokoh dalam cerita.
                       pengembangan cerita.               •   Teknik  yang  digunakan  pengarang  untuk
                   •   Alur ganda                             menggambarkan  tokoh  dalam  cerita,  di
                       Alur  yang  memiliki  beberapa  garis   antaranya:
                       pengembangan cerita.
                                                          1.  Teknik analitik
               2.  Berdasarkan urutan peristiwa               Karakter  tokoh  diceritakan  langsung  oleh
                   •   Alur maju (progresif)                  pengarang.
                   •   Alur mundur (regresif)
                                                          2   Teknik dramatik
                   •   Alur maju­mundur/campuran
                                                              Karakter tokoh dikemukakan melalui:
               3.  Berdasarkan kualitas kepaduannya           •   Penggambaran oleh tokoh lain.
                   •   Alur erat                              •   Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.
                       Alur  yang  hubungan  antara  peris tiwa   •   Penggambaran  lingkungan  kehi dupan
                       yang  satu  dan  yang  lain  begitu  erat   tokoh.
                       sehingga  bagian­bagian  pem bentuk    •   Penggambaran tata kebahasaan tokoh
                       peristiwa  dalam  cerita  tidak  dapat     melalui dialog antartokoh.
                       dilepaskan.                            •   Pengungkapan jalan pikiran tokoh.
                   •   Alur renggang
                       Alur  yang  hubungan  antara  satu   e.   Point of View atau Sudut Pandang
                       peristiwa  dengan  peristiwa  lain   •   Sudut  pandang  adalah  posisi  pengarang
                       terpisah atau terjalin secara renggang.  dalam membawakan cerita. Posisi pengarang
                                                              terbagi atas dua, yaitu sebagai berikut:
               c.   Latar (Setting)
                                                          1.   Orang pertama
               •   Latar atau setting dalam karya sastra tidak
                   hanya  terbatas  pada  penempatan  lokasi­     Pengarang berperan langsung sebagai tokoh
                   lokasi  tertentu  yang  bersifat  fiksi,  tetapi   yang terlihat dalam cerita yang bersangkutan.
                   juga  berwujud  adat  istiadat,  tata  cara,   Biasanya  menggunakan  kata  ganti  orang
                   kepercayaan, dan nilai­nilai yang berlaku di   pertama, seperti saya, beta, atau aku.
                   tempat yang bersangkutan.              2.   Orang ketiga
                                                              Pengarang hanya sebagai orang ketiga yang
               •   Latar meliputi:
                                                              berperan  sebagai  pengamat  atau  berada
               1.  Latar waktu                                di luar cerita. Biasanya menggunakan kata
                   Penggambaran waktu kejadian, seperti pagi,   ganti dia, mereka, atau nama orang.
                   siang, malam hari, dan sebagainya.
                                                                                                 7
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13