Page 193 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 193

176                                                 Anatomi Fisiologi


               Spinosum       Terdiri dari banyak keratinosit yang tersusun dalam
                              8-10 lapis bersisi dengan berkas filamen intermedia
                              keratin
                              Mengandung  prosesus  melanosit  seperti  lengan
                              dan sel-sel langerhans
               Granulosum  3-5  baris  keratinosit  gepeng,  yang  organelnya
                              mulai berdegenerasi
                              Sel-sel   mengandung      protein   keratohyalin
                              (mengubah  filamen  intermedia  keratin  menjadi
                              keratin) dan granula lamelar (melepaskan sekresi
                              tahan air, kaya lipid)
               Lusidum        Hanya  terdapat  pada  kulit  di  ujung  jari,  telapak
                              tangan dan telapak kaki
                              Terdiri  dari  4-6  baris  keratinosit  jernih,  gepeng,
                              mati dengan banyak keratin
               Korneum        25-30 baris keratinosit mati, gepeng yang
                              mengandung Sebagian besar keratin.
               Sumber: (Tortora and Derrickson, 2016)

              Keratinisasi dan pertumbuhan epidermis

              Keratinisasi adalah proses perubahan seluler pada sel epidermis. Sel-sel pada
              lapisan basal secara bertahap akan bermigrasi ke lapisan epidermis terluar dan
              akhirnya berubah bentuk menjadi lapisan tanduk. Secara umum, keratinisasi
              dimulai dari sel basal yang kuboid, bermitosis ke atas berubah bentuk lebih
              poligonal yaitu sel spinosum, terangkat lebih ke atas menjadi lebih gepeng, dan
              bergranula menjadi sel granulosum. Kemudian sel tersebut terangkat ke atas
              lebih  gepeng,  dan  granula  serta  intinya  hilang  dan  akhirnya  sampai  di
              permukaan kulit menjadi sel yang mati, protoplasmanya mengering menjadi
              keras, gepeng, tanpa inti yang disebut sel tanduk. Sel tanduk secara kontinu lepas
              dari permukaan kulit dan diganti oleh sel yang terletak di bawahnya. Proses ini
              berlangsung terus-menerus dan berguna untuk fungsi rehabilitasi kulit.
              Lapisan sel tanduk tercipta secara berkesinambungan, di mana sel yang sudah
              tua akan dibuang dari permukaan luar kulit dan akan diganti dengan sel-sel di
              bawahnya untuk menjaga ketebalan dari lapisan sel tanduk. Jenis perubahan
              yang bertahap dari lapisan sel ini disebut siklus keratinisasi. Siklus keratinisasi
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198