Page 196 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 196
Bab 10 Anatomi Fisiologi Sistem Integumen 179
10.3 Warna Kulit
Melanin, hemoglobin dan karoten adalah tiga pigmen yang memberi variasi luas
warna kulit. Faktor yang paling signifikan adalah melanin. Melanin diproduksi
oleh melanosit tetapi terakumulasi dalam keratinosit dari stratum basale dan
stratum spinosum. Ada dua bentuk melanin: eumelanin (hitam kecoklatan) dan
feomelanin (pigmen kuning kemerahan).
Pada dasarnya setiap orang memiliki jumlah melanosit yang sama, tetapi pada
orang berkulit gelap, melanosit menghasilkan lebih banyak jumlah melanin,
butiran melanin di keratinosit lebih menyebar daripada menggumpal rapat, dan
melanin rusak lebih lambat. Dengan demikian, sel-sel melanin dapat terlihat
seluruh epidermis, dari stratum basale sampai stratum korneum. Pada orang
berkulit terang, melanin menggumpal di dekat nukleus keratinosit, sehingga
memberikan sedikit warna pada sel, melanin juga lebih cepat rusak, sehingga
sedikit yang terlihat di luar stratum basale. Warna kulit juga bervariasi dengan
paparan sinar UV dari sinar matahari, yang merangsang sintesis melanin dan
menggelapkan kulit. Jumlah melanin juga bervariasi dari satu tempat ke tempat
lain di tubuh. melanin relatif terkonsentrasi di bintik-bintik dan tahi lalat, di
permukaan punggung tangan dan kaki dibandingkan dengan telapak tangan dan
telapak kaki, pada puting dan area sekitarnya (areola) payudara, sekitar anus,
pada skrotum dan penis, dan pada labia mayora).
Faktor lain dalam warna kulit adalah hemoglobin dan karoten. Hemoglobin,
pigmen pembawa oksigen dalam sel darah merah, memberikan warna merah
muda sampai merah bergantung pada kandungan oksigen pada darah yang
bergerak melalui kapiler di dermis. Karoten adalah pigmen kuning-oranye yang
diperoleh dari kuning telur dan sayuran berwarna kuning dan oranye.
Merupakan prekursor vitamin A yang digunakan untuk mensintesis pigmen-
pigmen yang diperlukan untuk penglihatan, disimpan dalam stratum korneum
dan area berlemak sermis dan lapisan subkutan sebagai respon terhadap asupan
yang berlebihan (Saladin, 2018)(Tortora and Derrickson, 2016)

