Page 253 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 253

239



                atau  membebani  ganti  rugi  kepada  si  pelaku,  namun  juga  patut  dicari
                kausanya  lebih  dulu.  Kausa  (sebab  yang  menimbulkan  suatu  kejadian)
                tersebut  terdapat  di  dalam  masyarakat  itu  sendiri,  dan  penanggulangan
                suatu pelanggaran hukum termasuk kejahatan, tidak dapat dilakukan hanya
                melalui penegakan hukum yang lebih efektif sebagaimana dipahami oleh
                pemikiran klasik, bukan pula dengan menetralisasi kausa lewat riset ilmiah
                sebagaimana  dinyatakan  oleh  mashab  positivis,  namun  juga  harus
                dilakukan  antara  lain  melalui  jalur  demokratisasi  dengan  mengurangi
                diskriminasi lewat pendekatan yang lebih manusiawi.
                     Kriminalitas  sering timbul sebagai salah satu akibat yang  pasti dari

                perkembangan  sosial  (social  change)  berbarengan  dengan  pertumbuhan
                ekonomi  dan  perkembangan  sosial  dengan  sendirinya  menimbulkan
                perubahan     dalam     struktur   masyarakat     dan    dengan     demikian
                mengakibatkan  masalah-masalah  baru.  Akibat  perubahan  tersebut
                timbullah pemikiran apakah terdapat hubungan (sebab-akibat) yang pasti
                dan jelas antara perkembangan sosial dan kejahatan, meskipun dapat dilihat
                fakta dan pengalaman yang memperlihatkan adanya kenaikan kriminalitas
                di negara-negara yang mengalami proses perkembangan sosial. Di sinilah
                pentingnya upaya penegakan hukum yang di antaranya harus menerapkan

                upaya pencegahan kejahatan yang diartikan secara luas dan meliputi segala
                usaha  yang  dilakukan  pemerintah  (negara)  dan  masyarakat  terhadap
                kemungkinan  terjadinya  kejahatan  maupun  setelah  terjadinya  kejahatan.
                Pencegahan kejahatan yang efisien dan efektif harus dilandasi pengetahuan
                dan  pemahaman  tentang  masalah  kejahatan  yang  melihat  bukan  hanya
                pada  relasi  sosial  dalam  masyarakat,  karakteristik  individu  dan  juga
                hubungan antara keadaan ekonomi dengan pelanggaran hukum termasuk
                kejahatan.  Fakta  sosial  tidak  jarang  memperlihatkan  adanya  hubungan
                negatif  bila  kondisi  ekonomi  buruk,  maka  kejahatan  meningkat,  dan
                sebaliknya.  Di  sinilah  pentingnya  meningkatkan  pendekatan  dengan

                hubungan positif terhadap kriminalitas dalam kaitannya dengan kegiatan
                ekonomi  tanpa  mengabaikan  korban  pelanggaran  hukum  termasuk  juga
                korban kejahatan. Pemecahan problematika korban ini tidak dapat hanya
                sebatas masalah pengetahuan (kennis), dan pengertian mendalam (inzicht)
                mengenai problema hukum dan kemasyarakatan, tetapi juga keterampilan
                memecahkan  berbagai  problema  (vaardigheid),  sehingga  pandangan
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258