Page 255 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 255

241



                yang bersifat asimetris, sehingga apa yang di permukaan tampak sebagai
                tertib, teratur, jelas, pasti, sebenarnya penuh dengan ketidakpastian dalam
                kehidupan     masyarakat     tersebut.   Hal    itu   dapat    menimbulkan
                ketidakteraturan  dan  ketidakpastian  disebabkan  karena  hubungan-
                hubungan dalam masyarakat yang bertumpu pada hubungan antarkekuatan
                (power relations) yang tidak selalu tercermin dalam hubungan-hubungan
                formal dalam masyarakat. Patut dipahami bahwa sejatinya keteraturan itu
                bukan sesuatu nyata dalam kenyataan ada, melainkan sesuatu yang  oleh
                positivistis ingin dilihat sebagai ada. Dennis J. Brion dalam bukunya “The
                Chaotic  Indeterminacy  of  Tort  Law:  Between  Formalism  and  Nihilism,”

                menyatakan tentang Chaos Theory of Law  yang berangkat dari asumsi yang
                disederhanakan dan mengabaikan realitas yang penuh penyimpangan dan
                               11
                ketidakaturan.   Dengan  demikian,  terhadap  adanya  fakta  penegakan
                hukum  di  Indonesia  dewasa  ini,  pemikiran  para  pemikir  tersebut  sangat
                relevan untuk memahami bagaimana penerapan hukum yang tidak selalu
                tepat,  tidak  selalu  adil,  tidak  selalu  benar,  sebab  terkungkung  pada
                pemahaman  sempit  sebatas  peraturan  perundang-undangan  yang  selalu
                ditafsirkan  secara  sempit,  statis  dan  berorientasi  pada  kepentingan  elite
                tertentu sebagaimana dikenal pada pendekatan positivisme.


                Kesimpulan
                     Hukum adalah salah satu di antara berbagai subsistem dari kehidupan
                masyarakat  yang  dibuat  untuk  memberikan  jaminan  atas  ketertiban  dan
                keteraturan. Namun hasil yang diharapkan dari hukum tidak selalu positif,
                sebab  bergantung  pada  substansi  hukum,  struktur  hukum  dan  budaya
                hukum yang  masih mengalami pergulatan dalam kehidupan masyarakat.
                Penerapan  hak  dan  kewajiban  setiap  orang  di  dalam  suatu  negara
                merupakan  tuntutan  agar  hukum  dapat  dilaksanakan  secara  adil  dan
                seimbang  dalam  suatu  harmoni  kehidupan.  Tidak  jarang  terjadi

                pelanggaran hukum akibat perilaku manusia yang akibatnya si pelaku itu
                dikenakan  sanksi  hukum.  Hukum  yang  adil  dan  benar  sesuai  ideologi



                11   Rahardjo,  Satjipto.  “Rekonstruksi  Pemikiran  Hukum  di  Era  Reformasi,”  makalah  pada
                Seminar Menggugat Pemikiran Hukum Positivistik di Era Reformasi, diselenggarakan oleh
                Program Doktor Universitas Diponegoro, Semarang, 22 Juli 2000, 15-17.
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260