Page 86 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 86
72
hendak menetapkan penggantinya, ia disuruh Allah mengangkat seorang
62
yang “penuh roh,” yaitu Yosua (Bil. 27:18).
Akhirnya, Perjanjian Lama melihat ke depan pada zaman baru, yakni
zaman Roh Kudus (Yes. 11:2; 44:3; Yeh. 36:27; Yoel. 2:28).
2. Perjanjian Baru
Istilah Yunani untuk Roh adalah Pneuma yang juga berarti “angin”
dan “nafas” (Yoh. 3:8; Why. 11:11). Dalam Perjanjian Baru, yang
menceritakan dimulainya zaman mesianik, Roh Kudus kelihatan lebih
jelas dan Dia menonjol dalam peristiwa yang berhubungan dengan
kelahiran Yesus (Mat. 1:18; Luk. 1:35, 41,67-68; 2:27). Pada pembaptisan
Yesus, ia muncul “seperti burung merpati” (Mat. 3:16) dan sering disebut
dalam hubungan dengan misi-Nya (Mat. 4:1; 12:28; Luk. 4:14,18; Ibr. 9:14).
Dalam pesan perpisahan kepada murid-murid, Yesus menyebut Roh
Kudus sebagai “Penghibur” (Yoh. 14:16, 26; 15:26; 16:7). Kata asal Yunani
(parakletos) berarti pengacara yang menangani kasus seseorang atau
sekutu yang memihak, menguatkan dan memberi semangat. Zaman baru
yang dibuka dengan kematian dan kebangkitan Yesus menghasilkan
turunnya Roh Kudus sebagaimana dijanjikan (Kis. 2:1). Ia menciptakan
gereja dan memberikan kuasa untuk misinya dalam dunia. Kehidupan
Kristen dalam masa antara kedua kedatangan Kristus adalah kehidupan
dalam Roh (Rm. 5:5; 8:1-17; 1Kor. 12:1-14:40; Gal. 5:16-26).
C. Pribadi Roh Kudus
Doktrin iman Kristen mempercayai bahwa Allah pencipta alam
semesta ini adalah Tritunggal, dimana Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah
Roh Kudus masing-masing adalah pribadi, tetapi tidak dapat dipisahkan
63
secara esensi satu dengan yang lainnya. Roh Kudus tidak boleh dipandang
64
sebagai suatu esensi yang lebih rendah dari Bapa dan Anak.
62 Bruce Milne. Mengenali Kebenaran: Panduan Iman Kristen. (Jakarta: BPK Gunung Mulia,
2000), 243.
63 R.C. Sproul. Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen [Essential truths of the Christian
faith]. (Malang: Literatur SAAT, 2005), 73.
64 M. J. Erickson. Teologi Kristen volume 1 [Christian theology]. (Malang: Gandum Mas,
2004), 38.

