Page 339 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 339
BAB IX
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan merupakan tugas dan tanggung jawab manajer
keuangan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi keuangan. Pada hakikatnya
fungsi-fungsi keuangan meliputi upaya seseorang ataupun sebuah
organisasi/perusahaan untuk memperoleh dana (raising of fund), dan
bagaimana mengalokasikan dana (allocation of fund) entah untuk pembiayaan
kegiatan usaha, melakukan diversifikasi investasi melalui berbagai lahan
investasi seperti properti, emas, pasar uang, atau pasar modal, dan merancang
pembagian dividen kepada para pemegang saham perusahaan. Dengan
demikian tugas para pelaku manajemen keuangan adalah memaksimalkan
nilai perusahaan dan nilai investasi dari para investor.
Dalam konteks perusahaan, pelaku manajemen (manajer) keuangan
berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva dan pemilihan sumber-
sumber dana. Sumber dana bagi perusahaan bisa berasal dari dalam
perusahaan (modal sendiri), atau dari luar perusahaan. Sumber dana alternatif
dari luar perusahaan yang bersifat murah yaitu pasar modal. Perusahaan dapat
meraup dana segar dari masyarakat investor melalui pasar modal dengan cara
go public atau melakukan IPO (penawaran umum perdana), right issue, dan
penerbitan obligasi/surat utang.
Dalam konteks perusahaan daerah, pelaku manajemen keuangan
perusahaan daerah dituntut untuk melakukan perencanaan anggaran,
pelaksanaan dan pengendalian anggaran dengan mengedepankan prinsip-
prinsip good governance yaitu keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas
kepada lembaga atau pihak-pihak yang berkepentingan seperti Pemerintah
Pusat, DPRD, dan masyarakat umum.
Berkenaan dengan itu, pihak-pihak yang menjadi pengelola keuangan
perusahaan daerah dituntut untuk :
1) Mampu memenuhi kewajiban keuangan. Keuangan perusahaan daerah
harus ditata dan dikelola dengan mengikuti prinsip-prinsip GCG secara
sedemikian rupa sehingga mampu melunasi semua kewajiban atau ikatan
315

