Page 344 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 344

1.4  Pengawasan Keuangan yang Akuntabel dan Transparan

                    Pengawasan  keuangan  merupakan  aktivitas  keuangan  yang  bertujuan
               untuk :


                       menjamin kelancaran penerimaan dan pengeluaran agar tidak terjadi
                        penyimpangan dari rencana anggaran;
                       menjaga agar anggaran yang disusun benar-benar dapat dijalankan;
                       menjaga agar kegiatan pengumpulan penerimaan dan pembelanjaan
                        pengeluaran lembaga/organisasi/perusahaan sesuai dengan anggaran
                        yang telah digariskan;
                       menjaga    agar    pelaksanaan    anggaran    benar-benar    dapat
                        dipertanggung-jawabkan.

                    Dalam  konteks  manajemen  keuangan  dikenal  beberapa  jenis  kegiatan
               pengawasan keuangan, sebagai berikut:

                    Pertama,  klasifikasi  kegiatan  pengawasan  keuangan  menurut  sifat
               pengawasan. Dari sudut pandang ini dikenal dua jenis pengawasan keuangan
               sebagai berikut :


               (1)  Pengawasan Preventif

                    Pengawasan  Preventif  adalah  pengawasan  yang  dilakukan  sebelum
               dimulainya suatu kegiatan atau sebelum terjadinya pengeluaran keuangan.
               Tujuan pengawasan ini yaitu :
               a)  Mencegah  terjadinya  tindakan-tindakan  yang  menyimpang  dari  dasar
                    yang telah ditentukan.
               b)  Memberikan pedoman bagi terselenggaranya pelaksanaan kegiatan secara
                    efisien dan efektif.
               c)  Menentukan  kewenangan  dan  tanggung  jawab  sebagai  instansi
                    sehubungan dengan tugas yang harus dilaksanakan.

               (2)  Pengawasan Detektif
                    Pengawasan  detektif  adalah  suatu  bentuk  pengawasan  yang  dilakukan
               dengan     meneliti   dan    mengevaluasi    dokumen-dokumen        laporan
               pertanggungjawaban  bendaharawan.  Diketahui  ada  dua  cara  pengawasan
               detektif, yaitu :





                                                   320
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349