Page 393 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 393

BAB XI
                                   INVESTASI DAN KEMITRAAN
                     PERUSAHAAN NASIONAL DAN PERUSAHAAN DAERAH


                    Krisis  ekonomi  yang  dialami  beberapa  negara  di  dunia,  termasuk
               Indonesia  yang  telah  dibahas  pada  bab  sebelumnya,  telah  mengakibatkan
               kerapuhan struktur ekonomi dan bisnis, dan menimbulkan ketimpangan sosial
               yang parah. Dalam konteks Indonesia ketimpangan sosial menjadi semakin
               parah karena masyarakat atau pelaku bisnis lalai menerapkan tata kelola bisnis
               sesuai dengan semangat sila kelima yakni Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat
               Indonesia.

                    Konsep  tentang  ‘keadilan  sosial’  dicetuskan  pertama  kali  oleh  filsuf
               Yunani, Plato, untuk membantah pendapat filsuf lainnya, Thrasymachus, yang
               menyatakan bahwa keadilan merupakan segala sesuatu yang ditentukan oleh
               si terkuat. Sementara, menurut plato ‘keadilan sosial’ ditentukan oleh empat
               sifat baik : kebijakan keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
               Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan Sosial dengan
               konsep  keadilan  dalam  hukum.  Sedangkan  menurut  Kamus  Umum  bahasa
               Indonesia, ‘keadilan’ mempunyai arti sifat (perbuatan, perlakuan) yang tidak
               berat sebelah (tidak memihak). Sedangkan ‘sosial’ berarti segala sesuatu yang
               mengenai masyarakat, kemasyarakatan atau perkumpulan yang bersifat dan
               bertujuan  kemasyarakatan  (bukan  dagang  atau  politik).  “Keadilan  Sosial”
               pada  dasarnya  tidak  lain  daripada  keadilan.  Sementara  bunyi  33  ayat  4
               menyinggung  tentang  ‘keadilan  sosial’,  yakni,  perekonomian  nasional
               diselenggarakan  berdasarkan  atas  demokrasi  ekonomi  dengan  prinsip
               kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan,
               kemandirian,  serta  dengan  menjaga  keseimbangan  kemajuan  dan  kesatuan
               ekonomi nasional.

                    Dalam bidang ekonomi, ‘keadilan’ merupakan suatu keadaan atau situasi
               di  mana  setiap  orang  memperoleh  apa  yang  menjadi  haknya.  Dengan
               demikian,  keadilan  dalam  bidang  ekonomi  berarti  suatu  perlakuan  yang
               menjamin  agar  setiap  orang  mendapatkan  penghidupan  yang  layak  sesuai
               dengan potensi dan kebutuhan yang ada. Menurut Ibnu Taimiyah (661-728 H)
               keadilan dalam bidang  ekonomi adalah memberikan sesuatu kepada setiap
               anggota  masyarakat  sesuai  dengan  haknya  yang  harus  diperolehnya  tanpa



                                                   369
   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398