Page 7 - Modul Teori RELATIVITAS KHUSUS (Putri Wahyu Utami)
P. 7

F.  URAIAN MATERI
                       A.  Postulat Relativitas Khusus
                       Pada  percobaan  Michelson-Morley  memiliki  kesimpulan  yang  menjadi  dasar
               pemikiran Einstein tentang sifat relative dari gerak benda-benda. Dimana gerak-gerak benda
               harus ditetapkan dan ditentukan berdasarkan acuan yang dipilih. Sebagai contohnya jika Sisi
               dan  Ari  berlari  berdampingan  dengan  kecepatan  yang  sama  apa  yang  dapat  terjadi?  Jika
               mereka saling  mengamati saat berlari,  maka Sisi  akan  melihat Ari tidak bergerak terhadap
               dirinya,  sebaliknya  jika  Ari  akan  melihat  Sisi  diam  terhadap  dirinya.  Mereka  akan  saling
               melihat bahwa keduanya sama – sama diam, walapun sedang berlari.
                       Keadaan  diam  satu  sama  lain  ini,  yang  tidak  terpenuhi  pada  gelombang
               elektromagnetik  dijelaskan  oleh  Albert  Einstein  (1879  –  1955)  dengan  menetapkan  acuan
               atau patokan yang dinamakan kerangka acuan inersial, yang merupakan suatu kerangka acuan
               yang  memiliki  kecepatan  tetap.  Berdasar  pada  kerangka  acuan  inersial  ini  Einstein
               memberikan 2 postulat:
                       1.  Postulat 1: Hukum-hukum fisika mempunyai bentuk yang sama pada semua
                          kerangka acuan inersial.

                       Berdasar pada postulat pertama ini, perubahan medan listrik dan medan magnet yang
               menghasilkan  gelombang  elektromagnetik  tetap  terjadi  walapun  diamati  oleh  orang  yang
               diam atau bergerak. Yang berarti bahwa besar kecepatan cahaya di dalam suatu medium atau
               di ruang hampa adalah mutlak, sedangkan besaran lainnya relative terhadap benda lainnya

                       2.  Postulat  2:  Cahaya  merambat  dalam  ruang  hampa  dengan  kelajuan  yang
                          sama untuk semua pengamat yang diam atau bergerak

                       Ini  berarti  kecepatan  cahaya  sebagai  gelombang  elektromagnetik  tidak  dipengaruhi
               oleh  keadaan  pengamat  diam  atau  bergerak.  Jika  seseorang  menggunakan  semua
               kemampuannya untuk bergerak, cahaya selalu dapat mendahuluinya dengan laju yang sama
               ketika orang tersebut berada dalam keadaan diam. Besar kecepatan cahaya adalah absolute
               dalam semua arah dan kondisi.


                       Berbeda  dengan  pengamatan  sehari-hari  bila  anda  diam  dan  mobil  bergerak,  mobil
               akan terlihat begitu cepat mendahului anda. Tetapi bila anda juga bergerak dengan kelajuan
               yang sama dengan  mobil,  mobil tidak akan  mendahului anda. Bahkan  mobil tersebut akan
               terlihat berhenti. Kedua postulat ini dinamakan teori relativitas khusus.













                                                            6
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12