Page 26 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 26
26
3) Kehidupan Budaya
Kajian budaya dapat di lihat dari hasil karya mereka yang telah ia buat. Alat-alat pada
zaman pra aksara dapat memberikan petunjuk bagaimana cara manusia pada masa itu
hidup. Pada tingkatan permulaan, cara pembuatan peralatan ditunjukkan pada
kegunaannya lalu ditingkatkan pada cara pembatannya. Karena peralatan manusia pra
aksara pada waktu itu terbuat dari batu maka hasil budaya yang dikembangkan pada
zaman tersebut adalah hasil budaya batu. Sehingga tidak heran jika zaman tersebut
terkenal dengan zaman batu. Diantara hasil budaya batu yang pernah ditemukan antara
lain; kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, serpih bilah, dan lain-lain.
b. Masa Kehidupan Bercocok Tanam
Setelah melewati masa kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan, maka mereka
menuju masa kehidupan bercocok tanam. Mereka telah merasakan kehidupan
berpindah-pindah kurang menguntungkan karena harus berulangkali membuka ladang.
Selain itu dengan bercocok tanam dirasakan persediaan makanan akan tercukupi
sepanjang tahun, tanpa harus membuka ladang lagi. Selain bercocok tanam juga
dikembangkan memelihara hewan ternak.
Manusia yang hidup pada masa bercocok tanam ini diperkirakan semasa dengan zaman
neolithikum. Secara geografis pada zaman ini sangat menggantungkan iklim dan cuaca
alam. Hal ini karena sangat di butuhkan untuk bercocok tanam. Hasil dari penen mereka
juga sangat di pengaruhi dari kondisi tekstur tanah yang mereka gunakan. Manusia
kadang harus menyesuaikan dan belajar banyak dari pengalaman yang mereka
dapatkan sebelumnya.
1) Kehidupan Ekonomi
Pada masa ber bercocok tanam ini, manusia mampu mengolah lahan secara sederhana
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara ekonomi mereka telah menghasilkan
produksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan kelompok. Mereka membabat hutan dan
semak belukar untuk di tanami. Produksi yang mereka hasilkan antara lain dari jenis

