Page 29 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 29
29
Kepercayaan terhadap arwah roh nenek moyang inilah yang di sebut kepercayaan
animisme. Selain kepercayaan terhadap arwah roh nenek moyang mereka juga
mempercayai pada bendabenda tertentu yang memiliki kekuatan ghaib. Karena benda
tersebut mempunyai kekuatan ghaib maka harus di puja. Kepercayaan terhadap benda-
banda yang memiliki kekuatan ghaib inilah yang di sebut dengan kepercayaan
dinamisme.
Berkaitan erat dengan kepercayaan diatas, maka pada masa bercocok tanam ini
munculah tradisi pendirian bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu yang di
sebut tradisi megalitihk. Tradisi ini di dasari oleh kepercayaan bahwa ada hubungan
yang erat antara orang yang sudah meninggal dengan kesejahteraan masyarakat dan
kesuburan ketika bercocok tanam. Oleh sebab itu jasa seseorang yang berpengaruh
terhadap masyarakat perlu di abadikan dalam sebuah monumen atau bangunan besar
yang terbuat dari batu. Bangunan ini kemudian menjadi lambang orang yang meninggal
dunia sekaligus tempat penghormatan serta media persembahan dari orang yang masih
hidup ke orang yang sudah meninggal dunia tersebut. Bangunan megalithik tersebut
antara lain dolmen, menhir, kubur peti batu, waruga, sarkofagus,dan punden berndak.
c. Masa Kehidupan Perundagian
Kehidupan zaman perundagian di perkirakan sejaman dengan masa zaman perunggu.
Pada zaman ini peradapan manusia sudah mencapai tingkat yang tinggi. Hal ini di tandai
dengan munculnya sekelompok orang yang mempunyai keahlian atau keterampilan
tertentu dalam pembuatan gerabah, pembuatan perhiasan dan pembuatan perahu.
Yang paling menonjol adalah pembuatan bahan-bahan dari logam. Dengan munculnya
masa perundagian maka secara umum berakhirlah masa pra aksara di Indonesia walau
dalam kenyataannya ada beberapa daerah di pedalaman yang masih berada di zaman
batu.
Kegiatan berladang mulai berganti ke persawahan. Kegiata persawahan memungkinkan
adanya pengaturan masa bercocok tanam sehingga mereka tidak hanya tergantung
pada kondisi iklim dan cuaca namun sudah bisa berfikir kapan saatnya yang cocok
bercocok tanam dan kapan saatnya untuk beternak. Kondisi geografis inilah yang perlu

