Page 32 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 32
32
3) Kehidupan Budaya
Pada masa perundagian, seni ukir mengalami perkembangan yang pesat. Ukiran di
terapkan pada benda-benda nekara perunggu. Seni hias pada benda-benda perunggu
menggunakan pola-pola geometris sebagai pola hias utama. Hal ini terlihat dari temuan
di Watuweti (Flores) yang menggambarkan kapak perunggu, perahu dan melukis unsur-
unsur dalam kehidupan yang dianggap penting. Pahatan-pahatan pada perunggu dan
batu untuk menggambarkan orang atau binatang menghasilkan bentuk yang bergaya
dinamis dan memperlihatkan gerak. Terdapat pula kecenderungan untuk melukiskan
hal-hal yang bersifat simbolis dan abstrak-realistis, seperti yang tampak pada gambar-
gambar manusia yang diukir sebagai bulu burung bermata lingkaran pada nekara
perunggu.
Teknologi pembuatan benda-benda logam (khusus perunggu) kemudian mengalami
perkembangan yang sangat pesat, di samping membuat perkakas untuk keperluan
sehari-hari, misalnya kapak, corong, dan sebagainya, mulai dikembangkan pula
pembuatan benda-benda yang memiliki nilai estetika dan ekonomis, misalnya nekara,
boneka perunggu, gelang, cincin, bandul kalung, dan sebagainya. Benda-benda tersebut
ternyata menjadi salah satu komoditi dalam hubungan perdagangan antara Indonesia
dengan wilayah Asia Tenggara lainnya.

