Page 306 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 306
Berharap sekali bahwa Keeper itu bukan Ron, dia menjatuhkan matanya kembali
ke perkamen yang berkilau dengan darah.
Saya tidak boleh berbohong.
Saya tidak boleh berbohong.
Dia melihat ke atas kapanpun dipikirnya bisa mengambil resiko; ketika dia
mendengar gesekan pena bulu Umbridge atau dibukanya laci meja tulis. Orang
ketiga yang ikut uji coba cukup bagus, yang keempat mengerikan, yang kelima
sangat pandai menghindari Bludger tetapi lalu gagal melakukan penyelamatan
mudah. Langit semakin gelap, dan Harry ragu dia akan bisa melihat orang
keenam dan ketujuh sama sekali.
Saya tidak boleh berbohong.
Saya tidak boleh berbohong.
Perkamen itu sekarang ditetesi darah dari punggung tangannya, yang sekarang
sakit sekali. Ketika dia melihat ke atas sekali lagi, langit sudah tiba dan lapangan
Quidditch tak lagi tampak.
'Mari lihat apakah kau sudah menerima pesannya?' kata suara lembut Umbridge
setengah jam kemudian.
Dia bergerak menujunya, menjulurkan jari-jari pendeknya yang penuh cincin ke
lengannya. Dan kemudian, ketika dia memegangnya untuk memeriksa kata-kata
yang sekarang tersayat ke dalam kulitnya, rasa sakit menjalar, bukan di
punggung tangannya, tetapi di bekas luka di keningnya. Pada saat yang sama,
dia merasakan sensasi aneh di suatu tempat di rongga badannya.
Dia menyentakkan lengannya dari pegangan Umbridge dan melompat bangkit,
sambil menatapnya. Umbridge memandang balik kepadanya, sebuah senyuman
merentangkan mulutnya yang lebar dan kendur.
'Ya, sakit, bukan?' katanya dengan lembut.
Dia tidak menjawab. Jantungnya berdetak sangat keras dan cepat. Apakah dia
berbicara mengenai tangannya atau apakah dia tahu yang baru dirasakannya di
keningnya?
'Well, kurasa aku sudah menegaskan maksudku, Mr Potter. Kamu boleh pergi.'

