Page 301 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 301
bertanya kepadanya. 'Ngomong-ngomong, di mana kau?'
'Aku ... aku ingin berjalan-jalan,' kata Ron mencurigakan.
Harry mendapat kesan nyata bahwa dia tidak sendirian dalam menyembunyikan
sesuatu pada saat itu.
*
Detensi kedua seburuk yang pertama. Kulit di punggung tangan Harry menjadi
lebih cepat teriritasi dan segera menjadi merah dan meradang. Harry mengira
luka itu tidak akan terus sembuh seefektif sekarang. Segera luka itu akan tetap
tergores ke tangannya dan Umbridge, mungkin, akan puas. Namun, dia tidak
membiarkan pekik kesakitan keluar darinya, dan dari saat memasuki ruangan
hingga saat dia dibebaskan, lagi-lagi lewat tengah malam, dia tidak berkata apa-
apa kecuali 'selamat malam' dan
'selamat tidur'.
Akan tetapi, situasi pekerjaan rumahnya, sekarang sangat menyedihkan, dan
ketika dia kembali ke ruang duduk Gryffindor, walaupun capek sekali, dia tidak
pergi tidur, tetapi membuka buku-bukunya dan memulai esai batu bulan Snape.
Sudah setengah tiga ketiak dia menyelesaikannya. Dia tahu pekerjaannya buruk,
tetapi tidak bisa ditolong lagi; kecuali dia punya sesuatu untuk diserahkan dia
akan kena detensi dengan Snape berikutnya. Dia lalu bergegas menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang telah diberikan Profesor McGonagall kepada
mereka, mengumpulkan sesuatu mengenai penanganan Bowtruckle yang tepat
untuk Profesor Grubbly-Plank, dan terhuyung-huyung ke tempat tidur, di mana
dia terjatuh dengan pakaian lengkap ke atas seprainya dan langsung tertidur.
*
Hari Kamis lewat dengan melelahkan. Ron juga tampak sangat mengantuk,
walaupun Harry tidak mengerti kenapa dia harus begitu. Detensi ketiga Harry
lewat dengan cara yang sama dengan dua yang sebelumnya, kecuali bahwa
setelah dua jam kata-kata
'Saya tidak boleh berbohong' tidak memudar dari punggung tangan Harry, tetapi
tetap tergores di sana, mengeluarkan tetesan-tetesan darah. Jeda gesekan pena
bulu tajam itu membuat Profesor Umbridge melihat ke atas.

