Page 394 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 394

'Aku,' kata Ron, yang masih agak kusut. 'Aku tidak sadar itu akan terjadi. Tidak
               adil!' tambahnya kepada Harry, ketika anak-anak perempuan itu menuju lubang
               potret, masih terkikik hebat. 'Hermione boleh masuk ke kamar kita, kenapa kita
               tidak boleh --?'


               'Well, itu peraturan yang sudah ketinggalan zaman,' kata Hermione, yang baru
               saja meluncur rapi ke sebuah permadani di depan mereka dan sekarang sedang
               bangkit,


               'tapi dikatakan di Sejarah Hogwarts, bahwa para pendiri menganggap anak laki-
               laki kurang dapat dipercaya dibandingkan anak perempuan. Ngomong-ngomong,
               kenapa kau mencoba masuk ke sana?'


               'Untuk menemuimu -- lihat ini!' kata Ron sambil menyeretnya ke papan
               pengumuman.


               Mata Hermione bergeser dengan cepat menuruni pengumuman itu. Ekspresinya
               menjadi kaku.


               'Seseorang pasti telah mengadu kepadanya!' kata Ron dengan marah.


               'Mereka tidak mungkin melakukannya,' kata Hermione dengan suara rendah.


               'Kau begitu naif,' kata Ron, 'kaukira hanya karena kau terhormat dan bisa
               dipercaya


               --'


               'Bukan, mereka tidak mungkin melakukannya, karena aku menempatkan
               kutukan di potongan perkamen yang ditandatangani kita semua,' kata Hermione
               dengan murung.


               'Percayalah padaku, kalau seseorang lari memberitahu Umbridge, kita akan tahu
               persis siapa mereka dan mereka akan benar-benar menyesalinya.'


               'Apa yang akan terjadi dengan mereka?' kata Ron dengan penuh semangat.


               'Well, bilang saja begini,' kata Hermione, 'akan membuat jerawat Eloise
               Midgeon terlihat seperti beberapa bintik hitam yang manis. Ayolah, mari turun
               untuk sarapan dan lihat apa yang dipikiran yang lainnya ... aku ingin tahu apakah
               ini sudah dipasang di semua asrama?'
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399