Page 397 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 397

Profesor Binns, melayang sekitar satu inci dari kursinya seperti biasa dan

               bersiap-siap melanjutkan dengungannya yang membosankan mengenai perang
               para raksasa. Harry bahkan tidak berusaha mengikuti apa yang dikatakannya hari
               ini, dia menggambar dengan malas di perkamennnya sambil mengabaikan
               pelototan dan sikutan Hermione yang sering terjadi, sampai sebuah tusukan
               menyakitkan di tulang iganya membuatnya melihat ke atas dengan marah.


               'Apa?'


               Dia menunjuk ke jendela. Harry melihat sekeliling. Hedwig sedang bertengger di
               birai jendela yang sempit, memandang melalui kaca tebal kepadanya, sepucuk
               surat terikat ke kakinya. Harry tidak bisa mengerti, mereka baru saja sarapan,
               kenapa dia tidak mengantarkan surat saat itu, seperti biasa? Banyak teman
               sekelasnya juga menunjuk Hedwig kepada satu sama lain.


               'Oh, aku selalu suka burung hantu itu, dia sangat cantik,' Harry mendengar
               Lavender menghela napas kepada Parvati.


               Dia memandang kepada Profesor Binns yang terus membacakan catatannya,
               dengan tenangnya tidak menyadari bahwa perhatian kelas bahkan lebih tidak
               terfokus kepadanya daripada biasanya. Harry menyelinap diam-diam dari
               kursinya, berjongkok dan bergegas menyusuri barisan itu ke jendela, di mana dia
               menggeser pengaitnya dan membukanya dengan sangat pelan.


               Dia telah mengharapkan Hedwig untuk menjulurkan kakinya sehingga dia bisa
               melepaskan surat itu dan lalu terbang ke Kandang Burung Hantu tetapi saat
               jendela terbuka cukup lebar diai melompat masuk, sambil beruhu dengan sedih.
               Dia menutup jendela dengan pandangan cemas kepada Profesor Binns,
               berjongkok rendah lagi dan bergegas kembali ke tempat duduknya dengan
               Hedwig di bahunya. Dia duduk kembali, memindahkan Hedwig ke pangkuannya
               dan mulai melepaskan surat yang terikat ke kakinya.


               Saat itu barulah dia sadar bahwa bulu-bulu Hedwig kusut dengan cara yang
               aneh; beberapa bengkok ke arah yang salah, dan dia sedang mengulurkan salah
               satu sayapnya pada sudut yang aneh.


               'Dia terluka!' Harry berbisik, sambil membungkukkan kepalanya rendah-rendah
               di atas Hedwig. Hermione dan Ron mencondongkan badan lebih dekat;
               Hermione bahkan meletakkan pena bulunya. 'Lihat -- ada yang salah dengan
               sayapnya --'


               Hedwig sedang gemetaran; ketika Harry menyentuh sayap itu dia terlompat
   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402