Page 417 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 417
'Tadi malam nyaris, nyaris saja ketahuan,' kata Hermione. 'Aku hanya ingin tahu
apakah Umbridge tahu betapa nyarisnya. Silencio.'
Kodok yang sedang dipakainya berlatih Mantera Pembisunya membisu di tengah
kuaknya dan melotot kepadanya dengan mencela.
'Kalau dia menangkap Snuffles --'
Harry menyelesaikan kalimat itu baginya.
'-- Dia mungkin kembali ke Azkaban pagi ini.' Dia melambaikan tongkatnya
tanpa benar-benar berkonsentrasi; kodoknya menggembung seperti balon hijau
besar dan mengeluarkan siulan bernada tinggi.
'Silencio!' kata Hermione buru-buru, sambil menunjuk tongkatnya ke kodok
Harry, yang mengempis diam-diam di depan mereka. 'Well, dia tidak boleh
melakukannya lagi, itu saja. Aku hanya tidak tahu bagaimana kita akan
memberitahunya. Kita tidak bisa mengirimnya burung hantu.'
'Kukira dia tidak akan mempertaruhkannya lagi,' kata Ron. 'Dia tidak bodoh, dia
tahu Umbridge hampir saja menangkapnya. Silencio.'
Gagak besar dan jelek di depannya mengeluarkan gaok mengejek.
'Silencio. SILENCIO!'
Gagak itu menggaok lebih kuat lagi.
'Caramu menggerakkan tongkatmu itu,' kata Hermione, sambil mengamati Ron
dengan kritis, 'kau tidak mau melambaikannya, lebih seperti tusukan tajam.'
'Burung gagak lebih sukar daripada kodok,' kata Ron melalui gigi-gigi yang
dikertakkan.
'Baik, ayo tukar,' kata Hermione, sambil menyambar burung gagak Ron dan
menggantikannya dengan kodok gemuknya sendiri. 'Silencio!' Gagak itu terus
membuka dan menutup paruhnya yang tajam, tapi tak ada suara yang keluar.
'Sangat bagus, Miss Granger!' kata suara kecil mencicit Profesor Flitwick,
membuat Harry, Ron dan Hermione semuanya terlompat. 'Sekarang, mari kulihat
kamu mencoba, Mr Weasley.'

