Page 418 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 418

kamu mencoba, Mr Weasley.'


               'Ap --? Oh - oh, benar,' kata Ron, sangat bingung. 'Er -- silencio!'

               Dia menusuk ke arah kodok itu begitu kerasnya sehingga dia mengenai matanya:

               kodok itu mengeluarkan kuak memekakkan dan melompat dari meja.

               Tidaklah mengejutkan bagi mereka bahwa Harry dan Ron diberi latihan
               tambahan Mantera Pembisu untuk tugas rumah.


               Mereka diperbolehkan tetap di dalam selama istirahat karena hujan deras di luar.


               Mereka menemukan tempat-tempat duduk di sebuah ruang kelas yang bising dan
               terlalu padat di lantai pertama tempat Peeves melayang-layang sambil melamun
               di dekat kandil, sambil terkadang meniupkan butir-butir tinta ke puncak kepala
               seseorang. Mereka belum lagi duduk ketika Angelina datang dengan susah
               payah menuju mereka melalui kelompok-kelompok murid yang sedang bergosip.


               'Aku dapat izin!' katanya. 'Untuk membentuk kembali tim Quidditch!'


               'Bagus sekali!' kata Ron dan Harry bersama-sama.


               'Yeah,' kata Angelina sambil tersenyum. 'Aku menemui McGonagall dan kukira
               dia mungkin memohon kepada Dumbledore. Ngomong-ngomong, Umbridge
               harus menyerah. Ha! Jadi aku mau kalian di lapangan pukul tujuh malam, oke,
               karena kita harus mengejar waktu. Kalian sadar kita hanya tiga minggu dari
               pertandingan pertama kita?'


               Dia menyelipkan diri menjauh dari mereka, sambil mengelak sebuah butiran
               tinta dari Peeves, yang gantinya mengenai seorang anak kelasl satu, dan
               menghilang dari pandangan.


               Senyum Ron sedikit menghilang ketika dia memandang keluar jendela, yang
               sekarang buram karena hantaman hujan.


               'Kuharap ini reda. Ada apa denganmu, Hermione?'


               Dia juga sedang memandang keluar jendela, tapi seakan-akan tidak benar-benar
               melihatnya. Matanya tidak fokus dan wajahnya cemberut.


               'Cuma berpikir ...' katanya, masih merengut pada jendela yang tersiram hujan.
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423