Page 593 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 593

sedang mencoba tampak tenang dan tidak kuatir.

               'Ada banyak hal di Departemen Misteri, Potter, sedikit yang bisa kau mengerti
               dan tak satupun yang berkaitan denganmu. Apakah perkataanku jelas?'


               'Ya,' Harry berkata, masih menggosok-gosok bekas lukanya yang menusuk-
               nusuk, yang semakin menyakitkan.


               'Aku mau kau kembali ke sini waktu yang sama hari Rabu. Saat itu kita akan
               meneruskan kerja.'


               'Baik,' kata Harry. Dia putus asa ingin keluar dari kantor Snape dan menemukan
               Ron dan Hermione.


               'Kau harus menyingkirkan dari pikiranmu semua emosi setiap malam sebelum
               tidur; mengosongkannya, membuatnya hampa dan tenang, kau mengerti?'


               'Ya,' kata Harry, yang hampir tidak mendengarkan.


               'Dan kuperingatkan, Potter ... aku akan tahu kalau kau tidak berlatih.'


               'Benar,' Harry bergumam. Dia memungut tas sekolahnya, mengayunkannya
               lewat bahunya dan bergegas menuju pintu kantor. Ketika dia membukanya, dia
               memandang sekilas kepada Snape, yang memalingkan punggungnya kepada
               Harry dan sedang mengumpulkan pikiran-pikirannya sendiri keluar dari
               Pensieve dengan ujung tongkatnya dan meletakkan kembali dengan hati-hati ke
               dalam kepalanya sendiri.


               Harry pergi tanpa sepatah katapun, menutup pintu dengan hati-hati di
               belakangnya, bekas lukanya masih berdenyut menyakitkan.


               Harry menemukan Ron dan Hermione di perpustakaan, di mana mereka sedang
               mengerjalkan tumpukan terbaru pekerjaan rumah dari Umbridge. Murid-murid
               yang lain, hampir semuanya kelas lima, duduk di meja-meja yang diterangi
               lampu di dekat sana, dengan hidung dekat ke buku, pena bulu mencoret-coret
               dengan tergesa-gesa, sementara langit di luar jendela-jendela semakin hitam.
               Satu-satunya suara lain adalah decit ringan salah satu suara Madam Pince, selagi
               penjaga perpustakaan itu berjalan di gang-gang dengan mengancam, bernapas
               pada leher-leher mereka yang menyentuh buku-bukunya yang berharga.


               Harry merasa gemetaran; bekas lukanya masih sakit, dia merasa hampir seperti
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598