Page 596 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 596

pekerjaan rumahnya dan mengamati Fred dan George dengan seksama.
               'Maksudku, jelas itu semacam Mantera Kasat Mata, tapi agak pintar bisa
               memperluas bidang kasat matanya melebihi batas-batas benda yang disihir ...
               walaupun kubayangkan mantera itu tidak akan bertahan lama.'


               Harry tidak menjawab; dia merasa tidak enak badan.


               'Aku akan mengerjakan ini besok,' dia bergumam sambil mendorong buku-buku
               yang baru dikeluarkannya dari tasnya kembali ke dalam.


               'Well, tulis di dalam perencana peermu kalau begitu!' kata Hermione
               mendorong.


               'Agar kau tidak lupa!'


               Harry dan Ron saling berpandangan ketika dia meraih ke dalam tasnya,
               mengeluarkan perencana itu dan membukanya dengan coba-coba.


               'Jangan biarkan sampai kemudian, kau si nomor dua!' caci buku itu selagi Harry
               menuliskan pekerjaan rumah Umbridge. Hermione tersenyum kepada buku itu.


               'Kukira aku akan pergi tidur,' kata Harry sambil menjejalkan perencana peer itu
               kembali ke dalam tasnya dan membuat catatan batin untuk menjatuhkannya ke
               dalam api pada kesempatan pertama yang didapatkannya.


               Dia berjalan menyeberangi ruang duduk, mengelak dari George, yang mencoba
               memakaikan sebuah Topi Tanpa-Kepala kepadanya, dan mencapai tangga batu
               yang tenang dan sejuk menuju kamar asrama anak-anak laki-laki. Dia merasa
               mual lagi, seperti yang dirasakannya pada malam dia mendapatkan penglihatan
               tentang ular itu, tetapi berpikir bahwa kalau saja dia bisa berbaring sebentar dia
               akan baik-baik saja.


               Dia membuka pintu kamar asramanya dan sudah masuk selangkah ketika dia
               merasakan sakit yang begitu hebat sehingga dia mengira seseorang pasti
               mengiris puncak kepalanya. Dia tidak tahu di mana dia, apakah dia sedang
               berdiri atau berbaring, dia bahkan tidak tahu namanya sendiri.


               Tawa maniak berdengung di telinganya ... dia lebih gembira daripada yang
               dialaminya selama waktu yang amat panjang ... kegirangan, luar biasa bahagia,
               kemenangan ... suatu hal yang sangat bagus, sangat bagus telah terjadi ...


               'Harry? HARRY!'
   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601