Page 648 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 648
Harry. 'Rookwood dulu bekerja di sana ... mungkin Voldemort akan mengirim
Rookwood untuk melakukannya?'
Hermione mengangguk, tampaknya masih terbenam dalam pikirannya. Lalu,
agak mendadak, dia berkata, 'Tapi kau seharusnya tidak melihat ini semua,
Harry.'
'Apa?' dia berkata, terkejut.
'Kau seharusnya mempelajari sekarang bagaimana menutup pikiranmu terhadap
hal-hal semacam ini,' kata Hermione, mendadak tegas.
'Aku tahu,' kata Harry. 'Tapi --'
'Well, kukira kita harus mencoba melupakan apa yang kaulihat,' kata Hermione
dengan tegas. 'Dan kau seharusnya memberi lebih banyak usaha pada
Occlumencymu dari sekarang.'
Harry begitu marah kepadanya sehingga dia tidak berbicara kepadanya
sepanjang hari itu, yang terbukti merupakan hari yang buruk.Saat orang-orang
tidak sedang membicarakan para Pelahap Maut yang lolos di koridor-koridor,
mereka menertawakan penampilan bukan main Gryffindor dalam pertandingan
melawan Hufflepuff; anak-anak Slytherin menyanyikan 'Weasley adalah Raja
kami' begitu kerasnya dan seringnya sehingga pada saat senja hari Filch telah
melarangnya di koridor-koridor hanya karena kesal.
Minggu itu tidak membaik selagi berjalan terus. Harry menerima dua lagi 'D'
dalam Ramuan; dia masih gelisah bahwa Hagrid mungkin dipecat; dan dia masih
tidak bisa menghentikan dirinya memikirkan mimpi di mana dia menjadi
Voldemort --
walaupun dia tidak mengungkitnya lagi dengan Ron dan Hermione; dia tidak
ingin dimarahi lagi oleh Hermione. Dia sangat berharap bahwa dia bisa berbicara
kepada Sirius mengenainya, tetapi itu tidak mungkin, jadi dia mencoba
mendorong masalah itu ke bagian belakang pikirannya.
Sayangnya, bagian belakang pikirannya tidak lagi merupakan tempat aman
seperti dulu.
'Bangun, Potter.'
Beberapa minggu setelah mimpinya tentang Rookwood, Harry bisa ditemui,

