Page 652 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 652
yang menangis itu ketika dia menyaksikan orang tuanya berteriak sebenarnya
berdiri di depannya dengan kebencian sedemikian rupa di matanya.
'Ayo coba lagi,' kata Snape.
Harry merasakan getaran rasa takut, dia akan membayar untuk apa yang baru
terjadi, dia yakin itu. Mereka pindah kembali ke posisi dengan meja tulis di
antara mereka, Harry merasa dia akan mendapati jauh lebih sulit mengosongkan
pikirannya kali ini.
'Pada hitungan ketiga, kalau begitu,' kata Snape sambil mengangkat tongkatnya
sekali lagi. 'Satu -- dua --'
Harry tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri dan mencoba
mengosongkan pikirannya sebelum Snape berteriak, 'Legilimens!'
Dia meluncur cepat menyusuri koridor menuju Departemen Misteri, melewati
dinding-dinding batu kosong, melewati obor-obor -- pintu hitam polos itu
semakin besar; dia bergerak begitu cepat sehingga dia akan bertubrukan dengan
pintu itu, dia berjarak beberapa kaki darinya dan dia bisa melihat celah cahaya
biru redup itu --
Pintu terayun membuka! Dia melewatinya akhirnya, di dalamnya sebuah
ruangan melingkar yang berdinidng hitam dan berlantai hitam, diterangi dengan
lilin-lilin berapi biru, dan ada lebih banyak pintu di sekelilingnya -- dia perlu
meneruskan --
tapi pintu mana yang harus diambilnya --?
'POTTER!'
Harry membuka matanya. Dia berbaring pada punggungnya lagi tanpa ingatan
sampai di sana; dia juga terengah-engah seolah-olah dia benar-benar telah berlari
sepanjang koridor Departemen Misteri, benar-benar berlari cepat melewati pintu
hitam itu dan menemukan ruangan melingkar itu.
'Jelaskan!' kata Snape, yang berdiri di atasnya, tampak marah.
'Aku .. tak tahu apa yang terjadi,' kata Harry sejujurnya, sambil berdiri. Ada
benjol di bagian belakang kepalanya dari tempat dia menghantam tanah dan dia
merasa demam. 'Aku belum pernah melihat itu sebelumnya. Maksudku, sudah

