Page 670 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 670
batu bergerak.
Mereka sampai di pintu terpelitur dengan pengetuk pintu griffin, tetapi
Umbridge tidak repot-repot mengetuk, dia berjalan langsung ke dalam, masih
memegang Harry erat-erat.
Kantor itu penuh orang. Dumbledore sedang duduk di balik meja tulisnya,
ekspresinya tenang, ujung jari-jarinya yang panjang bersatu. Profesor
McGonagall berdiri kaku di sampingnya, wajahnya sangat tegang. Cornelius
Fudge, Menteri Sihir, sedang berayun-ayun ke depan dan ke belakang pada jari
kakinya di samping api, tampaknya sangat senang dengan keadaan itu; Kingsley
Shacklebolt dan seorang penyihir pria yang tampak kuat dengan rambut liat
sangat pendek yang tidak dikenali Harry, ditempatkan pada kedua sisi pintu
seperti pengawal, dan bentuk berkacamata dan berbintik-bintik Percy Weasley
menunggu dengan bersemangat di samping tembok, sebuah pena bulu dan
segulung perkamen berat di tangannya, tampaknya siap sedia untuk mencatat.
Potret-potret para kepala sekolah pria dan wanita yang lama tidak pura-pura
tidur malam ini. Mereka semua waspada dan serius, mengamati apa yang sedang
terjadi di bawah mereka. Ketika Harry masuk, beberapa melintas ke bingkai
tetangganya dan berbisik penting ke telinga tetangganya.
Harry membebaskan dirinya dari cengkeraman Umbridge ketika pintu terayun
menutup di belakang mereka. Cornelius Fudge sedang melotot kepadanya
dengan semacam kepuasan keji di wajahnya.
'Well,' dia berkata. 'Well, well, well ...'
Harry menjawab dengan pandangan tidak suka terhebat yang bisa
dikerahkannya.
Jantungnya berdebar gila-gilaan di dalam tubuhnya, tetapi otaknya anehnya
tenang dan jernih.
'Dia sedang menuju kembali ke Menara Gryffindor,' kata Umbridge. Ada
semangat tidak pantas dalam suaranya, rasa senang tak berperasaan seperti yang
Harry dengar selagi dia menyaksikan Profesor Trelawney luruh akibat
penderitaan di Aula Depan.
'Bocah Malfoy itu menyudutkannya.'
'Benarkah?' kata Fudge penuh penghargaan. 'Aku harus ingat untuk memberitahu

