Page 81 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 81

Ron mendengus. 'Tidak menghentikannya jadi orang berengsek. Caranya
               memandang kita ketika dia bertemu dengan kita.'


               'Bill juga tidak menyukainya,' kata Ginny, seakan-akan itu menyelesaikan
               masalahnya.


               Harry tidak yakin apakah amarahnya sudah mereda; tapi rasa hausnya akan
               informasi sekarang menguasai desakan untuk tetap berteriak. Dia terbenam ke
               atas ranjang di seberang yang lainnya.


               'Apakah Bill ada di sini?' dia bertanya. 'Kupikir dia sedang bekerja di Mesir?'


               'Dia melamar pekerjaan di belakang meja sehingga dia bisa pulang ke rumah dan
               bekerja bagi Order,' kata Fred. 'Dia bilang dia sangat merindukan makam-
               makam, tapi,' dia tersenyum menyeringai, 'ada kompesasi.'


               'Apa maksudmu?'


               'Ingat Fleur Delacour?' kata George. 'Dia dapat pekerjaan di Gringotts untuk
               perbaiki ba'asa Inggrisnya --'


               'Dan Bill telah memberinya banyak pelajaran privat,' Fred terkikik.


               'Charlie ada dalam Order juga,' kata George, 'tapi dia masih di Rumania.


               Dumbledore mau sebanyak mungkin penyihir asing dibawa masuk, jadi Charlie
               berusaha membuat kontak pada hari liburnya.'


               'Tidak bisakah Percy melakukan itu?' Harry bertanya. Terakhir kali didengarnya,
               anak ketiga keluarga Weasley itu sedang bekerja di Departemen Kerja Sama
               Sihir Internasional di Kementerian Sihir.


               Saat mendengar kata-kata Harry, semua anggota keluarga Weasley dan
               Hermione saling bertukar pandangan pengertian yang kelam.


               'Apapun yang kau lakukan, jangan sebut-sebut Percy di depan Mum dan Dad,'
               Ron memberitahu Harry dengan suara tegang.


               'Mengapa tidak?'

               'Karena setuap kali nama Percy disebut, Dad memecahkan apapun yang sedang
               dipegangnya dan Mum mulai menangis,' kata Fred.
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86