Page 84 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 84
kucing marah.
'Aku tahu,' kata Ron dengan suara rendah. 'Dan semakin buruk. Dia bilang Dad
idiot karena mengikuti Dumbledore, bahwa Dumbledore menuju masalah besar
dan Dad akan jatuh bersamanya, dan bahwa dia -- Percy -- tahu di mana
kesetiaannya berada yaitu bersama Kementerian. Dan kalau Mum dan Dad akan
menjadi pengkhianat bagi Kementerian dia akan memastikan bahwa semua
orang tahu dia tidak bersama keluarga kami lagi. Dan dia mengemas tas-tasnya
malam itu juga dan pergi. Dia sekarang tinggal di sini di London.'
Harry menyumpah tanpa suara. Dia selalu kurang menyukai Percy dibanding
saudara-saudara Percy yang lain, tapi dia belum pernah membayangkan dia akan
mengatakan hal-hal seperti itu kepada Mr Weasley.
'Mum terus saja dalam keadaan itu,' kata Ron tanpa minat. 'Kau tahu -- menangis
dan sebagainya. Dia datang ke London untuk mencoba berbicara kepada Percy
tetapi dia membanting pintu di depannya. Aku tak tahu apa yang dilakukannya
kalau jumpa Dad di tempat kerja -- mengabaikannya, kurasa.'
'Tapi Percy pasti tahu Voldemort kembali,' kata Harry dengan pelan. 'Dia tidak
bodoh, dia pasti tahu ibu dan ayahmu tidak akan meresikokan semuanya tanpa
bukti.'
'Yeah, well, namamu terseret ke dalam pertengkaran itu,' kata Ron, memberi
Harry tatapan sembunyi-sembunyi. 'Percy bilang satu-satunya bukti adalah kata-
katamu dan
... aku tak tahu ... dia tidak mengira hal itu cukup baik.'
'Percy membaca Daily Prophet dengan serius,' kata Hermione dengan masam,
dan yang lainnya semua mengangguk.
'Apa yang sedang kalian bicarakan?' Harry bertanya, sambil melihat sekeliling
kepada mereka semua. Mereka semua sedang memandangnya dengan waspada.
'Apakah -- apakah kamu tidak berlangganan Daily Prophet?' Hermione bertanya
dengan gugup.
'Yeah, aku langganan!' kata Harry.
'Sudahkah kau -- er-- membacanya dengan seksama?' Hermione berkata, lebih

