Page 883 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 883
-- BAB TIGA PULUH ENAM --
Satu-Satunya Yang Pernah Ditakuti Dia
'Dia belum pergi!' Harry berteriak.
Dia tidak percaya; dia tidak mau mempercayainya; walau begitu dia melawan
Lupin dengan setiap kekuatan yang dimilikinya. Lupin tidak mengerti; orang-
orang bersemubunyi di balik tirai itu; Harry telah mendengar mereka berbisik-
bisik pada saat pertama kali dia memasuki ruangan itu. Sirius sedang
bersembunyi, hanya menghilang dari pandangan.
'SIRUS!' dia berteriak. 'SIRIUS!'
'Dia tidak bisa kembali, Harry,' kata Lupin, suaranya berubah selagi dia berjuang
menahan Harry. 'Dia tidak bisa kembali, karena dia sudah m--'
'DIA -- BELUM -- MARI!' raung Harry. 'SIRIUS!'
Ada pergerakan yang sedang berlangsung di sekitar mereka, kesibukan yang tak
menentu, kilatan-kilatan mantera lagi. Bagi Harry itu adalah kebisingan tak
berarti, kutukan-kutukan tertangkis yang melayang melewati mereka tidak
berarti, tak ada yang berarti kecuali bahwa Lupin harus berhenti berpura-pura
bahwa Sirius -- yang sedang berdiri beberapa kaki dari mereka di belakang tirai
tua itu -- tidak akan muncul setiap saat, menggoyangkan rambut gelapnya ke
belakang dan bersemangat untuk memasuki kembali pertarungan itu.
Lupin menyeret Harry menjauh dari mimbar itu. Harry, yang masih menatap ke
atap melengkung itu, merasa marah kepada Sirius sekarang karena membuatnya
menunggu.
Tetapi beberapa bagian dari dirinya sadar, bahkan saat dia berjuang untuk lepas
dari Lupin, bahwa Sirius belum pernah membuatnya menunggu sebelumnya ...
Sirius telah mempertaruhkan semuanya, selalu begitu, untuk melihat Harry,
untuk membantunya ... kalau Sirius tidak muncul kembali dari atap melengkung
itu saat Harry berteriak memanggilnya seolah-olah hidupnya tergantung pada itu,
satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah bahwa dia tidak bisa kembali ...
bahwa dia memang benar-benar ...
Dumbledore telah mengumpulkan sebagian besar Pelahap Maut yang tersisa di

