Page 888 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 888

dalam suaranya.


               'Ramalan itu terbanting saat aku mencoba membuat Neville naik anak-anak
               tangga itu! Kalau begitu, menurutmu apa yang akan dikatakan Voldemort
               tentang itu?'


               Bekas lukanya membara dan panas ... rasa sakitnya membuat matanya berair ...


               'PEMBOHONG!' Bellatrix berteriak, tetapi Harry bisa mendengar kengerian di
               balik kemarahan itu sekarang. 'KAU MEMILIKINYA, POTTER, DAN KAU
               AKAN MEMBERIKANNYA KEPADAKU! Accio ramalan!


               ACCIO RAMALAN!'


               Harry tertawa lagi karena dia tahu itu akan membuatnya marah; rasa sakit yang
               bertambah di kepalanya begitu parah sehingga dia mengira tengkoraknya
               mungkin meledak. Dia melambaikan tangannya yang kosong dari balik goblin
               bertelinga satu dan menariknya kembali cepat-cepat ketika Bellatrix mengirim
               pancaran sinar hijau yang lain melayang ke arahnya.


               'Tak ada apa-apa di sana!' dia berteriak. 'Tak ada yang bisa dipanggil! Ramalan
               itu pecah dan tak seorangpun mendengar apa katanya, beritahu bosmu itu!'


               'Tidak!' dia menjerit. 'Tidak benar, kau bohong! TUAN, AKU BERUSAHA,
               AKU BERUSAHA -- JANGAN HUKUM AKU --'


               'Jangan buang napasmu!' teriak Harry, matanya dipicingkan melawan rasa sakit
               di bekas lukanya, sekarang lebih mengerikan daripada sebelumnya. 'Dia tidak
               bisa mendengarmu dari sini!'


               'Tak bisakah aku, Potter?' kata sebuah suara tinggi dan dingin.

               Harry membuka matanya.


               Tinggi, kurus dan berkerudung hitam, wajahnya yang mengerikan mirip ular
               putih dan cekung, mata-mata dengan anak mata berbentuk celah menatap ...

               Lord Voldemort telah muncul di tengah aula, tongkatnya menunjuk kepada
               Harry yang berdiri membeku, tidak mampu bergerak.

               'Jadi, kamu membanting ramalanku?' kata Voldemort dengan lembut sambil

               menatap Harry dengan mata merah tak berbelas kasihan itu. 'Tidak, Bella, dia
   883   884   885   886   887   888   889   890   891   892   893