Page 6 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 6
SUPERNOVA
menurut mereka
...
“Sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner;
semacam perselingkuhan visioner yang memesona antara fisika, psiko logi,
religi, mitos, dan fiksi. Tak hanya menggoda, novel ini mungkin bahkan
penting.”
[Dr. I. Bambang Sugiharto]
“Kehangatan yang menyengat yang ditawarkan novel ini unik, baru, dan
me mukau. Dengan pengalaman menulis sendiri dan juga membaca karya-
karya sastra selama puluhan tahun, saya bukan hanya merasakan, melainkan
juga terseret di dalamnya.”
[Arswendo Atmowiloto]
“Novel ini, terutama penyusunan dialog dan komposisinya, merupakan per-
wujudan dari kebudayaan kita yang sekarang diguncang oleh tidak ada nya
makna yang bisa dijadikan pegangan. Sangat menarik.”
[Sapardi Djoko Damono]
“Mereka yang karena kebiasaan lama terlalu membedakan fiksi dan non fiksi,
mungkin kecewa dengan buku ini. Tapi, tidak bagi yang selalu bergairah
menyongsong segala hal yang tumbuh.”
[Sujiwo Tejo]
“Sebuah novel yang menarik dari angkatan muda kita. Inilah karya sastra
intelektual bergaya pop art yang sepenuhnya bermain di dunia hakiki. Me-
nentang nilai-nilai lama dengan mengajukan argumentasi-argumentasi baru,
agar pembaca memiliki persepsi baru tentang keber adaannya.”
[Jakob Sumardjo]
“Di tebing akhir Supernova akan muncul sebuah kalimat besar yang bisa jadi
kunci segala macam fanatisme yang kini tengah mengoyak negeri ini: Ma-
tilah terhadap segala yang kau tahu.”
[Putu Wijaya]
“Salah satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia tiga tahun
terakhir ini. Penelusuran nilai lewat sains, spiritualitas, dan percintaan yang
cerdas, unik, dan mengguncang.”
[Taufiq Ismail]

